Tidak Mengganggu Teman Yang Sedang Beribadah Merupakan Contoh Sikap

Tidak Mengganggu Teman Yang Sedang Beribadah Merupakan Contoh Sikap

Menghormati orang yang sedang beribadah termasuk sila ke berapa? Lantas apa saja contoh pengamalan sila ke-1 Pancasila? Berikut ulasannya.

Sebagai negara dengan sejumlah agama yang berbeda, tentunya kamu harus menghormati kepercayaan yang dianut oleh orang lain.

Kamu yang beragama Islam tidak boleh mengganggu teman beragama lain yang sedang beribadah.

Begitupun sebaliknya, jika kamu beragama Kristen, harus menghormati teman yang beragama Islam ketika sedang beribadah.

Hal itulah yang menjadi salah satu contoh pengamalan sila ke-1 dalam kehidupan sehari-hari.

Pastinya, sesuai dengan bunyi

sila ke-1 dalam Pancasila adalah “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Kamu harus menjunjung tinggi asas ketuhanan dengan mengamalkannya pada contoh pengamalan sila ke-one.

Lantas, bagaimana contoh pengamalan sila ke-1 lainnya dalam kehidupan sehari-hari?

Berikut ini, situs properti Rumah123.com akan mengulas pengamalan sila ke-1  khusus untuk kamu.

Dikutip dari Gramedia.com, setiap tokoh pejuang kemerdekaan memiliki pengertian Pancasila menurut pendapatnya.

Sebelum membahas contoh pengamalan sila ke-1, berikut pendapatIr. Soekarno mengenai pengertian Pancasila.

Menurutnya, Pancasila merupakan isi serta identitas dari jiwa yang dimiliki bangsa Republic of indonesia secara turun-temurun dari berabad-abad tahun lamanya dan hanya terpendam bisu tak berkutik dikarenakan kebudayaan Barat yang menjajah Republic of indonesia saat itu.



Berdasarkan pada pengertian tersebut, Pancasila bukan hanya menjadi ajaran tentang cara bernegara dan berbangsa untuk negara saja, tetapi kenyataannya Pancasila itu lebih luas lagi, yakni sebagai ajaran untuk bangsa Republic of indonesia.

Lalu, berikut ini 20 contoh pengamalan sila ke-1 dalam kehidupan sehari-hari

ane. Meyakini pernyataan bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu ada dan selalu mengawasi semua perbuatan kita di rumah dan lingkungan.

2. Senantiasa bersikap jujur serta berbicara apa adanya dengan orang tua maupun orang lain.

3. Selalu disiplin dan taat saat melaksanakan ibadah baik di rumah maupun di lingkungan lainnya.

4. Selalu mengawali semua kegiatandengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

five.Mengingatkan keluarga untuk beribadah jika ada anggota keluarga yang kelupaan untuk beribadah.

6.Menciptakan suasana damai dan religius di rumah dan lingkungan.

seven. Mengembangkan sikap toleransi beragama kepada orang lain dan anggota keluarga.

8. Menghormati agama orang lain sehingga bisa hidup berdampingan dengan beragam agama.

nine. Menghormati kebebasan orang dalam merayakan hari besar keagamaannya.

10. Tidak menjelekkan agama orang lain dan membandingkan dengan agama sendiri.

11. Mengakui adanya persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

12. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

xiii. Tidak bersikap pilih kasih terhadap teman bermain yang berbeda agama.

14. Berhenti beraktivitas sejenak ketika mendengar suara azan.

15. Memberi kesempatan kepada teman bermain untuk menjalankan ibadah.

xvi.Memberi makan hewan sebagai makhluk ciptaan Tuhan

17. Merawat tanaman sebagai makhluk ciptaan Tuhan

18. Saling menghargai teman-teman sepermainan meskipun berbeda agama

19. Lebih rajin beribadah dan saling mengingatkan beribadah meski berbeda agama.

twenty. Mengembangkan sikap peduli dan tolong menolong terhadap setiap orang tanpa melihat ras, agama, dan suku.

Demikian ulasan contoh pengamalan sila ke-ane dalam kehidupan sehari-hari di keluarga dan lingkungan.

Dapatkan informasi menarik lainnya seputar properti dan gaya hidup hanya di



artikel.rumah123.com


.

Miliki hunian nyaman untuk keluarga hanya di


Rumah123.com



dan


99.co



yang selalu


#AdaBuatKamu

.

Terinspirasi

Terhibur

Biasa Saja

Tidak Menarik

Terganggu

Tidak Suka

tirto.id – Contoh pengamalan sila ke-1 hingga ke-5 Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan oleh setiap warga negara dari segala kalangan usia, termasuk untuk anak-anak di lingkungan tempat bermain.

Salah satu contoh pengaplikasian Pancasila di lingkungan bermain adalah tidak membeda-bedakan teman bermain, yang merupakan pengamalan pancasila sila ke-three.

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Republic of indonesia yang mana pengaplikasiannya sebaiknya diterapkan dalam lingkungan kehidupan sehari-hari.

Terdapat 5 sila dalam Pancasila sebagai pijakan untuk menjalani kehidupan bernegara, yakni (1) Ketuhanan yang Maha Esa; (two) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; (three) Persatuan Indonesia; (4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; dan (v) Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Masing-masing sila yang menyusun Pancasila mengandung nilai-nilai luhur. Dikutip dari buku Pancasila dalam Pusaran Globalisasi (2017) suntingan Al Khanif, nilai-nilai luhur Pancasila tersebut dapat digali guna menemukan solusi atas beragam tantangan dan masalah bangsa, termasuk dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut P.J. Soewarno dalam Pancasila Budaya Bangsa Republic of indonesia (1993), meskipun ke-v sila merupakan satuan yang tidak terpisahkan, tetapi dalam pelaksanaannya dapat ditelusuri perbedaan intensitas masing-masing sila. Walaupun satu tetap lima, masing-masing sila tidak sama asasinya.

Baca juga:

  • Sejarah Penerapan Pancasila Masa Orde Lama Soekarno 1959-1966
  • Sejarah Penerapan Pancasila Masa Orde Baru Soeharto 1966-1998
  • Sejarah Penerapan Pancasila Masa Reformasi 1998 Sampai Sekarang

Isi Pancasila dan Lambangnya

Lambang Pancasila adalah Burung Garuda, jenis burung yang dikenal melalui mitologi kuno dalam sejarah Nusantara. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.

Adapun isi atau bunyi 5 sila dalam Pancasila beserta lambang masing-masing sila adalah sebagai berikut:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa; dilambangkan dengan bintang.
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; dilambangkan dengan rantai.
  3. Persatuan Indonesia; dilambangkan dengan pohon beringin.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; dilambangkan dengan kepala banteng.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Republic of indonesia; dilambangkan dengan padi dan kapas.

Baca juga:

  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Kehidupan
  • Makna Pancasila sebagai Ideologi Terbuka yang Memiliki 3 Dimensi
  • Semangat Tokoh Bangsa Merumuskan Pancasila Dasar Negara

Infografik SC Bocah Pancasila. tirto.id/Lugas Contoh Pengamalan Pancasila di Lingkungan Tempat Bermain

Penting bagi orang tua untuk menanamkan nilai moral Pancasila pada anak-anak agar dapat bersosial dengan baik di kehidupan masyarakat sekitarnya. Pancasila sendiri memiliki enam karakteristik yakni bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong, serta berkebhinekaan global.

Dari nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, dibentuklah norma-norma hukum oleh negara. Menurut buku Pancasila dalam Pusaran Globalisasi (2017) yang disunting oleh Al Khanif, nilai-nilai luhur Pancasila dapat digali guna menemukan solusi atas beragam tantangan dan masalah bangsa, termasuk dalam kehidupan sehari-hari.

Pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dapat dilakukan kapan pun, di mana pun, dan oleh siapa saja, tidak terkecuali oleh anak-anak ketika berada di lingkungan tempat bermain.

Berikut ini contoh pengamalan v sila dalam Pancasila yang bisa diterapkan di lingkungan tempat bermain oleh anak-anak yang sebaiknya dibiasakan sejak dini:

Contoh Pengamalan Sila ke-ane: Ketuhanan Yang Maha Esa di Tempat Bermain

  • Tidak lupa beribadah meskipun sedang asyik bermain.
  • Memberi kesempatan kepada teman bermain untuk menjalankan ibadah.
  • Saling menghargai teman-teman sepermainan meskipun berbeda agama.
  • Tidak bersikap pilih kasih terhadap teman bermain yang berbeda agama.
  • Berhenti bermain sejenak ketika mendengar suara azan.

Contoh Pengamalan Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

di Tempat Bermain

  • Membantu teman yang mengalami kesulitan saat bermain bersama.
  • Menolong teman yang jatuh dari sepeda.
  • Mengajak teman yang pemalu untuk bermain bersama-sama.
  • Memperlakukan semua teman bermain dengan adil dan tidak pilih kasih.
  • Saling menghormati dan menghargai sesama teman di tempat bermain.

Baca juga:

  • Siapa Saja Tokoh dalam Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945?
  • Tugas, Fungsi, dan Wewenang Presiden RI Menurut UUD 1945
  • Tugas, Fungsi, & Wewenang Mahkamah Agung Menurut UUD 1945

Contoh Pengamalan Sila ke-3: Persatuan Republic of indonesia di Tempat Bermain

  • Merajut kerukunan dengan teman bermain.
  • Menjaga ketertiban saat bermain bersama teman-teman.
  • Menjaga persatuan dan kekompakan dengan sesama teman.
  • Tidak membeda-bedakan teman bermain.
  • Mengingatkan teman jika ada yang berbuat curang.

Contoh Pengamalan Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  • Tidak memaksakan kehendak saat bermain.
  • Tidak bersikap menang sendiri saat melakukan permainan bersama teman-teman.
  • Saling menghargai sesama teman bermain.
  • Jika terjadi perselisihan saat bermain, hendaknya diselesaikan dengan baik-baik.
  • Tidak bermain curang dalam permainan.
  • Memberikan selamat kepada yang menang.
  • Memberikan dukungan dan semangat kepada yang kalah.

Contoh Pengamalan Sila ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Bersikap adil terhadap semua teman di tempat bermain.
  • Memberikan bantuan jika ada teman bermain yang kesusahan.
  • Menghindari sikap sombong di tempat bermain.
  • Menghargai hasil karya teman bermain.
  • Saling menghargai sesama teman di tempat bermain.

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia menjadi pegangan warga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Lima sila Pancasila tidak dapat dilepaskan penerapannya dalam semua lini baik lingkungan sekitar maupun dalam keluarga. Di tempat bermain, anak-anak hendaknya diajarkan mengenai praktik pengamalan Pancasila.

Baca juga:

  • Profil Kementerian Dalam Negeri: Sejarah, Tugas, Fungsi Kemendagri
  • Cara Penyebaran Islam di Indonesia & Sejarah Perkembangannya
  • Perang Banjarmasin: Latar Belakang, Kronologi Sejarah, & Akhir

Baca juga artikel terkait PANCASILA atau tulisan menarik lainnya Iswara Northward Raditya

(tirto.id – isw/isw)


Penulis: Iswara Due north Raditya
Editor: Yantina Debora

Subscribe for updates Unsubscribe from updates

Tidak Mengganggu Teman Yang Sedang Beribadah Merupakan Contoh Sikap

Source: https://pskji.org/97720/mengganggu-teman-yang-sedang-beribadah-tidak-sesuai-dengan-pengamalan-pancasila-sila-ke/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *