Tawaf Yang Dilakukan Sebagai Perpisahan Dengan Tanah Haram Disebut

Tawaf Yang Dilakukan Sebagai Perpisahan Dengan Tanah Haram Disebut

Ilustrasi Tawaf, sumber: Pixabay


Salah satu bentuk ibadah dalam haji/umroh yaitu

tawaf
. Tawaf merupakan salah satu rukun yang dilakukan dengan mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf terdiri dari beberapa macam dan keseluruhannya memiliki karakteristik masing-masing. Salah satu jenis tawaf tersebut adalah


tawaf wada.



Tawaf wada


merupakan tawaf perpisahan dengan baitullah dikarenakan jamaah sudah merampungkan seluruh rukun haji. Selain itu, tawaf ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir pada baitullah. Tawaf ini dilakukan oleh orang-orang yang telah menunaikan haji dan ketika semua rombongan akan bergegas meninggalkan mekkah.

Kapan Harus Melakukan Tawaf Wada?


Dari

Ensiklopedi Agama dan Filsafat – Book two, Mochtar Effendy (2001:273)
, dijelaskan


tawaf wada


dilakukan seperti halnya tawaf biasanya. Akan tetapi, yang membedakannya dengan tawaf lainnya yaitu jamaah tidak perlu memakai kain ihram. Selain itu, setelah melakukan towaf ini tidak perlu melanjutkannya dengan sa’i dan tahalul.


Bagi jemaah

haji

yang sudah selesai melakukan tawaf, maka tidak boleh lagi untuk tetap tinggal di Makkah dalam kurun waktu yang lama. Tawaf wada wajib dilakukan bagi setiap orang yang hendak meninggalkan rumah allah.


Akan tetapi, bagi jamaah yang mengalami haid, maka diberi keringanan berupa menunggu hingga selesainya masa haid. Jika tidak bisa menunggu karena harus lekas kembali ke tempat asal, maka kewajiban tawaf wada akan gugur baginya. Hal ini karena tawaf wada hukumnya wajib, sehingga jika ditidak diselesaikan atau bahkan tidak dilakukan, maka jamaah perlu membayar dam.



Tawaf wada


juga dimaknai sebagai salah satu rangkaian ibadah haji yang amat mengharukan bagi sebagian besar umat muslim. Bahkan, tidak jarang jamaah akan menangis ketika melangsungkan ibadah ini.


Hal ini wajar, mengingat tawaf ini merupakan

ibadah

terakhir yang dilakukan di masjidil haram. Tidak jarang, setiap muslim berdoa agar dapat kembali ke tanah haram tersebut.


Tentunya, melakukan ibadah haji/umroh adalah rezeki yang begitu berharga dari Allah SWT. Oleh karena itu, hendaknya setiap umat muslim yang berkesempatan mengunjungi Baitullah menyelesaikan rangkaian rukun haji/umroh, salah satunya yakni


tawaf wada

.

Salah satu rangkaian ibadah dalam umroh adalah melakukan tawaf. Apa itu Tawaf ? Tawaf merupakan salah satu rukun haji dan umroh yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Perintah untuk melakukan tawaf ada di Q.S Al-Hajj ayat 29.

Tawaf sendiri ada beberapa macam jenisnya. Para jamaah haji/umroh juga harus mengetahui bagaimana cara pelaksanaan dari tawaf ini karena ada beberapa jenis tawaf yang menjadi salah satu rukun dalam pelaksanaan haji/umroh sehingga apabila tawaf tersebut tidak dilaksanakan maka haji/umrohnya pun menjadi batal.

Selain itu, para jamaah haji / umroh juga harus mengetahui apa saja hal-hal yang disunahkan dalam pelaksanaan tawaf sehingga ibadahnya menjadi lebih baik. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan berikut ini!

Pengertian Tawaf

Tawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Kegiatan ini menjadi salah satu amal ibadah yang dilaksanakan oleh umat muslim pada saat menunaikan ibadah haji/umroh di Tanah Suci. Itulah penjelasan singkat tentang apa itu tawaf.

Jenis-Jenis Tawaf

Tawaf Qudum atau disebut juga sebagai tawaf Dukhul adalah tawaf yang dilaksanakan sesampainya Anda di kota Makkah. Jadi, tawaf ini merupakan tawaf selamat datang. Setiap kali Rasulullah SAW masuk ke Masjidil Haram, beliau selalu melaksanakan tawaf Qudum sebagai pengganti sholat Tahiyatul Masjid.

Tawaf ini hukumnya sunnah, jadi kalau tidak dilaksanakan maka tidak akan membatalkan pelaksanaan ibadah haji/umroh. Untuk melaksanakan tawaf Qudum, Anda tidak perlu berlari-lari, cukup berjalan biasa saja. Bagi wanita yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan untuk melaksanakan tawaf ini.

Tawaf tathawwu adalah Tawaf yang dapat dilaksanakan kapan saja. Tawaf ini berfungsi sebagai ganti sholat Tahiyatul Masjid pada saat memasuki Masjidil Haram.

Tawaf ifadah adalah Tawaf ziarah atau tawaf rukun. Tawaf ini merupakan salah satu rukun haji sehingga jika tidak dilaksanakan maka hajinya menjadi batal. Pelaksanaan tawaf ini diutamakan pada tanggal x Dzulhijjah, sesudah melempar jumrah aqabah dan tahallul atau mencukur rambut. Selain itu, tawaf ifadah juga sebaiknya dilaksanakan sebelum berakhirnya hari-hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

Apa itu Tawaf Wada? Tawaf Wada adalah tawaf perpisahan yang biasa juga disebut sebagai tawaf Shadar (tawaf kembali). Disebut sebagai tawaf kembali karena setelah itu para jamaah haji akan meninggalkan Makkah dan kembali ke tempatnya masing-masing. Hukum tawaf ini adalah wajib sehingga apabila Anda tidak melaksanakan tawaf ini maka harus membayar dam.

Tata Cara Pelaksanaan Tawaf

  1. Melaksanakan syarat shalat, yaitu bersuci, niat, menutup aurat, dan lain sebagainya. Namun dalam tawaf kita masih diperbolehkan untuk berkomunikasi dengan orang lain.
  2. Pundak kiri harus lurus ke arah kiblat dan tidak boleh menoleh ke belakang.
  3. Putarannya berlawanan dengan arah jarum jam dan dimulai dari titik hajar aswad
  4. Melakukan putaran sebanyak tujuh kali putaran.

Sunnah Pada Saat Melaksanakan Tawaf

Dalam melaksanakan tawaf, ada beberapa sunnah yang dapat dilaksanakan oleh para jamaah haji/umroh, di antaranya:

  1. Sebaiknya tawaf dilaksanakan dengan berjalan kaki, kecuali bagi para jamaah haji/umroh yang memiliki kondisi yang lemah atau sakit.
  2. Mencium Hajar Aswad setiap kali melintasinya. Namun apabila tidak bisa mencium Hajar Aswad, para jamaah haji/umroh pun dapat memberi isyarat mencium hajar aswad. Pada saat puncak musim haji banyak jamaah haji yang berusaha untuk mencium Hajar Aswad ini. Hal ini membuat jamaah agak kesulitan untuk bisa mencapai Hajar Aswad tersebut.
  3. Berjalan cepat pada putaran i-3 dan berjalan biasa pada putaran 4-7.
  4. Melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang maqam Ibrahim setelah selesai melaksanakan tawaf.

Demikianlah pembahasan tentang apa itu tawaf, jenis-jenisnya, tata cara pelaksanaan, dan sunnah-sunnah dalam pelaksanaan ibadah tawaf.

Bagi Anda yang ingin segera pergi ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji/umroh, percayakan saja pada Hasuna Tour, biro perjalanan haji dan umroh Jogja yang siap melayani Anda yang ingin menunaikan ibadah haji/umroh di Tanah Suci. Legalitas hukum kami telah teruji karena kami telah berizin resmi Kementrian Agama dan mengantongi serifikat Komite Akreditasi Nasional. Sebagai biro perjalanan haji dan umroh Jogja yang memiliki kualitas yang terpercaya, kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah.

Musim haji telah mencapai puncaknya. Kini bapak dan ibu haji tengah mempersiapkan diri untuk kembali ke tanah air dan berkumpul kembali dengan sanak saudara tercinta. Namun, sebelum bertolak dari kota Mekkah, umat muslim diperintahkan untuk melakukan satu amalan lagi, yaitu tawaf wada.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

“Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalan hajinya adalah di Baitullah (dengan thowaf wada’) kecuali hal ini diberi keringanan bagi wanita haid.” (HR. Bukhari no. 1755 dan Muslim no. 1328).

Tawaf wada adalah tawaf perpisahan dengan Baitullah karena jamaah telah menyelesaikan semua rukun haji sekaligus sebagai penghormatan terhakhir kepada Baitullah. Tawaf ini diperuntukkan bagi orang-orang yang telah berhaji dan semua orang hendak meninggalkan kota Mekkah.

Pelaksanaan tawaf wada dilakukan seperti tawaf biasa. Perbedaannya dalam tawaf wada, jamaah tidak perlu mengenakan kain ihram, dan setelah tawaf tidak dilanjutkan dengan sa’i dan tahalul (memotong rambut).

Bagi jamaah yang telah melaksanakan tawaf, tidak diperbolehkan lagi untuk tinggal di Makkah untuk waktu yang lama kecuali bertahan sebentar untuk menunggu rombongan.

Tawaf wada wajib hukumya untuk setiap orang yang ingin meninggalkan Baitullah. Namun bagi jamaah yang sedang haid, diberi keringanan untuk menunggu sampai masa haidnya selesai. Apabila tidak bisa menunggu karena harus meninggalkan kota Mekkah sesegera mungkin, maka gugur kewajiban tawaf wada baginya.

Ibadah tawaf wada merupakan salah satu ibadah atas rangkaian haji yang sangat mengharukan. Sebagian besar jamaah menangis ketika melaksanakan tawaf wada karena ini merupakan ibadah terakhir yang dapat dilakukan di Masjidil Haram. Dalam doanya, setiap jamaah berharap dapat kembali ke tanah suci dan beribadah langsung di dekat Ka’bah.

Meskipun tawaf wada berarti tawaf perpisahan, bukan berarti Bapak/Ibu tidak dapat kembali untuk pergi ke tanah suci. Kini Bapak/Ibu dapat pergi haji tanpa khawatir waktu tunggu haji yang lama. Bapak/Ibu dapat daftar haji sekarang untuk keberangkatan tahun depan.

Dengan haji furoda, Bapak/Ibu tidak perlu khawatir lagi untuk menunggu dan mengantre terlalu lama untuk menunaikan ibadah haji. Ibadah haji Bapak/Ibu InsyaAllah akan berjalan lancar karena kami membuka kesempatan untuk beribadah haji tanpa perlu antre lama. InsyaAllah.


Page 2

Musim haji telah mencapai puncaknya. Kini bapak dan ibu haji tengah mempersiapkan diri untuk kembali ke tanah air dan berkumpul kembali dengan sanak saudara tercinta. Namun, sebelum bertolak dari kota Mekkah, umat muslim diperintahkan untuk melakukan satu amalan lagi, yaitu tawaf wada.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

“Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalan hajinya adalah di Baitullah (dengan thowaf wada’) kecuali hal ini diberi keringanan bagi wanita haid.” (HR. Bukhari no. 1755 dan Muslim no. 1328).

Tawaf wada adalah tawaf perpisahan dengan Baitullah karena jamaah telah menyelesaikan semua rukun haji sekaligus sebagai penghormatan terhakhir kepada Baitullah. Tawaf ini diperuntukkan bagi orang-orang yang telah berhaji dan semua orang hendak meninggalkan kota Mekkah.

Pelaksanaan tawaf wada dilakukan seperti tawaf biasa. Perbedaannya dalam tawaf wada, jamaah tidak perlu mengenakan kain ihram, dan setelah tawaf tidak dilanjutkan dengan sa’i dan tahalul (memotong rambut).

Bagi jamaah yang telah melaksanakan tawaf, tidak diperbolehkan lagi untuk tinggal di Makkah untuk waktu yang lama kecuali bertahan sebentar untuk menunggu rombongan.

Tawaf wada wajib hukumya untuk setiap orang yang ingin meninggalkan Baitullah. Namun bagi jamaah yang sedang haid, diberi keringanan untuk menunggu sampai masa haidnya selesai. Apabila tidak bisa menunggu karena harus meninggalkan kota Mekkah sesegera mungkin, maka gugur kewajiban tawaf wada baginya.

Ibadah tawaf wada merupakan salah satu ibadah atas rangkaian haji yang sangat mengharukan. Sebagian besar jamaah menangis ketika melaksanakan tawaf wada karena ini merupakan ibadah terakhir yang dapat dilakukan di Masjidil Haram. Dalam doanya, setiap jamaah berharap dapat kembali ke tanah suci dan beribadah langsung di dekat Ka’bah.

Meskipun tawaf wada berarti tawaf perpisahan, bukan berarti Bapak/Ibu tidak dapat kembali untuk pergi ke tanah suci. Kini Bapak/Ibu dapat pergi haji tanpa khawatir waktu tunggu haji yang lama. Bapak/Ibu dapat daftar haji sekarang untuk keberangkatan tahun depan.

Dengan haji furoda, Bapak/Ibu tidak perlu khawatir lagi untuk menunggu dan mengantre terlalu lama untuk menunaikan ibadah haji. Ibadah haji Bapak/Ibu InsyaAllah akan berjalan lancar karena kami membuka kesempatan untuk beribadah haji tanpa perlu antre lama. InsyaAllah.

Lihat Travel Selengkapnya


Page 3

Musim haji telah mencapai puncaknya. Kini bapak dan ibu haji tengah mempersiapkan diri untuk kembali ke tanah air dan berkumpul kembali dengan sanak saudara tercinta. Namun, sebelum bertolak dari kota Mekkah, umat muslim diperintahkan untuk melakukan satu amalan lagi, yaitu tawaf wada.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

“Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalan hajinya adalah di Baitullah (dengan thowaf wada’) kecuali hal ini diberi keringanan bagi wanita haid.” (Hour. Bukhari no. 1755 dan Muslim no. 1328).

Tawaf wada adalah tawaf perpisahan dengan Baitullah karena jamaah telah menyelesaikan semua rukun haji sekaligus sebagai penghormatan terhakhir kepada Baitullah. Tawaf ini diperuntukkan bagi orang-orang yang telah berhaji dan semua orang hendak meninggalkan kota Mekkah.

Pelaksanaan tawaf wada dilakukan seperti tawaf biasa. Perbedaannya dalam tawaf wada, jamaah tidak perlu mengenakan kain ihram, dan setelah tawaf tidak dilanjutkan dengan sa’i dan tahalul (memotong rambut).

Bagi jamaah yang telah melaksanakan tawaf, tidak diperbolehkan lagi untuk tinggal di Makkah untuk waktu yang lama kecuali bertahan sebentar untuk menunggu rombongan.

Tawaf wada wajib hukumya untuk setiap orang yang ingin meninggalkan Baitullah. Namun bagi jamaah yang sedang haid, diberi keringanan untuk menunggu sampai masa haidnya selesai. Apabila tidak bisa menunggu karena harus meninggalkan kota Mekkah sesegera mungkin, maka gugur kewajiban tawaf wada baginya.

Ibadah tawaf wada merupakan salah satu ibadah atas rangkaian haji yang sangat mengharukan. Sebagian besar jamaah menangis ketika melaksanakan tawaf wada karena ini merupakan ibadah terakhir yang dapat dilakukan di Masjidil Haram. Dalam doanya, setiap jamaah berharap dapat kembali ke tanah suci dan beribadah langsung di dekat Ka’bah.

Meskipun tawaf wada berarti tawaf perpisahan, bukan berarti Bapak/Ibu tidak dapat kembali untuk pergi ke tanah suci. Kini Bapak/Ibu dapat pergi haji tanpa khawatir waktu tunggu haji yang lama. Bapak/Ibu dapat daftar haji sekarang untuk keberangkatan tahun depan.

Dengan haji furoda, Bapak/Ibu tidak perlu khawatir lagi untuk menunggu dan mengantre terlalu lama untuk menunaikan ibadah haji. Ibadah haji Bapak/Ibu InsyaAllah akan berjalan lancar karena kami membuka kesempatan untuk beribadah haji tanpa perlu antre lama. InsyaAllah.

Lihat Travel Selengkapnya


Folio 4

Musim haji telah mencapai puncaknya. Kini bapak dan ibu haji tengah mempersiapkan diri untuk kembali ke tanah air dan berkumpul kembali dengan sanak saudara tercinta. Namun, sebelum bertolak dari kota Mekkah, umat muslim diperintahkan untuk melakukan satu amalan lagi, yaitu tawaf wada.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

“Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalan hajinya adalah di Baitullah (dengan thowaf wada’) kecuali hal ini diberi keringanan bagi wanita haid.” (HR. Bukhari no. 1755 dan Muslim no. 1328).

Tawaf wada adalah tawaf perpisahan dengan Baitullah karena jamaah telah menyelesaikan semua rukun haji sekaligus sebagai penghormatan terhakhir kepada Baitullah. Tawaf ini diperuntukkan bagi orang-orang yang telah berhaji dan semua orang hendak meninggalkan kota Mekkah.

Pelaksanaan tawaf wada dilakukan seperti tawaf biasa. Perbedaannya dalam tawaf wada, jamaah tidak perlu mengenakan kain ihram, dan setelah tawaf tidak dilanjutkan dengan sa’i dan tahalul (memotong rambut).

Bagi jamaah yang telah melaksanakan tawaf, tidak diperbolehkan lagi untuk tinggal di Makkah untuk waktu yang lama kecuali bertahan sebentar untuk menunggu rombongan.

Tawaf wada wajib hukumya untuk setiap orang yang ingin meninggalkan Baitullah. Namun bagi jamaah yang sedang haid, diberi keringanan untuk menunggu sampai masa haidnya selesai. Apabila tidak bisa menunggu karena harus meninggalkan kota Mekkah sesegera mungkin, maka gugur kewajiban tawaf wada baginya.

Ibadah tawaf wada merupakan salah satu ibadah atas rangkaian haji yang sangat mengharukan. Sebagian besar jamaah menangis ketika melaksanakan tawaf wada karena ini merupakan ibadah terakhir yang dapat dilakukan di Masjidil Haram. Dalam doanya, setiap jamaah berharap dapat kembali ke tanah suci dan beribadah langsung di dekat Ka’bah.

Meskipun tawaf wada berarti tawaf perpisahan, bukan berarti Bapak/Ibu tidak dapat kembali untuk pergi ke tanah suci. Kini Bapak/Ibu dapat pergi haji tanpa khawatir waktu tunggu haji yang lama. Bapak/Ibu dapat daftar haji sekarang untuk keberangkatan tahun depan.

Dengan haji furoda, Bapak/Ibu tidak perlu khawatir lagi untuk menunggu dan mengantre terlalu lama untuk menunaikan ibadah haji. Ibadah haji Bapak/Ibu InsyaAllah akan berjalan lancar karena kami membuka kesempatan untuk beribadah haji tanpa perlu antre lama. InsyaAllah.

Lihat Travel Selengkapnya

Tawaf Yang Dilakukan Sebagai Perpisahan Dengan Tanah Haram Disebut

Source: https://apamaksud.com/tawaf-yang-dilakukan-sebagai-perpisahan-dengan-tanah-haram-disebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *