Perbedaan Antara Khutbah Dengan Tablig Dilihat Dari Segi Pelakunya Adalah

Perbedaan Antara Khutbah Dengan Tablig Dilihat Dari Segi Pelakunya Adalah

A. Khutbah

Khutbah

berpokok bermula kata


khataba, yakhtubu, khutbatan



yang berarti kuliah atau pidato.
Khutbah Jum’at ialah kerangka ceramah yang berisi nasehat dan wasiat keyakinan yang disampaikan kepada jamaah yang diikat oleh syarat dan rukun. Khutbah jumat memiliki syarat dan berdamai yang tidak dapat ditinggalkan, sebab terkait erat dengan konvensional atau tidaknya sebuah ibadah mahdhah. Bani adam yang membentangkan khutbah  disebut  dengan
khotib.

Khutbah yang disyari’atkan internal Islam, yaitu khutbah jumat, khutbah, idul adha, khutbah idul fitri, khutbah pada salat istisqa ( salat mohon hujan), khutbah nikah dan khutbah tatkala wuquf di ‘Arafah. Bersumber sejumlah jenis khutbah yang ada, hal nan minimum bermanfaat diketahui yaitu tentang khutbah jumat. Karena memang, khutbah Jumat itu memerlukan damai yang harus terpenuhi, agar bisa sah secara resan. Bilamana riuk satu rukun itu tidak terkabul, maka khutbah enggak sah.

Yang paling gerendel kerjakan diketahui bahwa khutbah Jumat itu terdiri dari dua bagian. Yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua, di mana keduanya dipisahkan dengan duduk di antara dua khurbah. Selain itu yang pula perlu diperhatikan adalah bahwa khutbah Jumat itu dilakukan sebelum shalat Jum’at. Berbeda dengan khurtbah Idul fitri maupun Idul Adha yang justru dilantunkan sehabis selesai shalat Id.

Khotib Jum’at.

Khotib harus memenuhi ketentuan sebaiknya menjadikan khotbahnya raja. Adapun  ketentuan  menjadi khotib adalah :

1. Islam, baligh, berakal segar.
2. Mengetahui syarat, damai dan khitan orasi.
3. Kudus dari hadats dan najis.
4. Suaranya jelas dan dapat difahami jamaah.
v. Bukan ternoda n domestik publik.

Syarat  Khutbah

Syarat khutbah yaitu suatu situasi yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan  khutbah jum’at.  Adapun syarat dua khutbah adalah :

1. Dimulai sesudah turut waktu dhuhur.
2. Khotib kiranya meleleh sekiranya mampu.
3. Khotib hendaklah duduk sebentar antara khotbah satu dan khotbah kedua. Rasulullah saw,  merenjeng lidah :

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ قَائِمًا وَيَجْلِسُ بَيْنَ خُطْبَتَيْنِ (رواه مسلم)

Artinya :
“Ialah Rasulullah saw, berkhutbah dengan berdiri  dan kamu duduk antara  dua  khutbah”.

 (HR. Muslim)

4. Kritik khotib harus bisa didengar jamaah.
5. Khotib harus suci dari hadats dan najis.
6. Khotib harus menutup aurotnya.
7.Tertib.

Rukun Khutbah

Berbaik khutbah ialah suatu hal yang harus diolah detik melaksanakan khutbah jum’at. Adapun rukun  dua khutbah yakni sebagai  berikut :

ane. Membaca puji-apresiasi (hamdalah).
2. Mendaras syahadatain.
3. Mendaras shalawat kepada Nabi Muhammad saw.
four. Berwasiat akan halnya taqwa.
v. Membaca ayat Al-Qur’an internal salah satu khutbah.
6. Meratibkan kaum muslimin lega khutbah kedua.

Potong kulup Khutbah

Sunat khutbah yaitu suatu situasi nan sebaiknya dilaksanakan dalam khutbah jum’at.
Adapun sunat khutbah adalah :

i. Khutbah disampaikan diatas wadah yang lebih tinggi.
2. Khotib menyampaikan khutbah dengan kalimat yang jelas, bersistem dan tidak terlalu janjang.  Rasulullah saw,  bersabda :

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَطِيْلُ الصَّلاَةَ وَيَقْصُرُ الْخُطْبَةَ (رواه النساء)

Artinya:
“Rasulullah saw; memperpanjang sholatnya dan memendekkan khutbah-nya”.

(HR.Nasa’i)

3. Khotib hendaklah menghadap kearah jama’ah.
4. Khotib hendaklah memberi salam pada semula khotbah.
v. Khotib duduk selintas sesudah memberi salam.
6. Khotib membaca surat Al-Masif ketika duduk antara dua khutbah.
7. Khotib menertibkan tiga damai khutbah yakni, puji-penghormatan, sholawat Nabi saw, dan wasiat taqwa’.

Jama’ah hendaklah memperhatikan khutbah. Rasulullah saw,  bersabda :

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَتِ أَنْصِتْ وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتِ (رواه البخارى و مسلم)

Artinya :
“Kalau kamu berujar pada temanmu: bungkam, di hari jum’at saat imam sedang khutbah, maka jum’at  ia sia-sia”.

(HR. Bukhori dan Muslim)

Praktik  Berkhutbah

Intern praktek berkhutbah hendaklah diperhatikan syarat dan berdamai khutbah. Kemudian perhatikan sa-puan-pujuk sebagai berikut :

Khotbah Pertama.

• Khotib berdiri memberi salam.
• Khotib duduk mendengar adzan.
• Khotib berdiri kemudian mengaji hamdalah sebagaimana :

أَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَنْعَمَنَا بِاْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ

• Mendaras dua kalimat syahadat  sama dengan :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

• Membaca sholawat Nabi saw ; seperti sempurna :

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

• Memberi wasiat tentang taqwa :   إِتَّقُ اللهَ
• Sreg periode memberi wasiat hendaklah dengan mengutip  ayat Al-Qur’an.
• Penutup khutbah pertama dengan mengaji :

أَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهُ لِى وَلَكُمْ

Khutbah Kedua.

Setelah selesai khutbah  pertama, khotib duduk sepemakan, kemudian redup lagi lalu membaca hamdalah, syahadatain, shalawat kepada Rasul Muhammad Saw, wasiat taqwa lalu mendoakan kabilah muslimin.

أَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ أَْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ

Kemudian di tutup dengan bacaan :عِبَادَ اللهِ



إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَائِ ذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Khasiat Khutbah

Kurnia syarah jum’at antara enggak: Buat mengingatkan kaum muslimin agar  meningkatkan iman dan taqwa, meningkatkan amal sholeh, memperbaiki akhlaq, dorongan menuntut mantra,  mempererat ukhuwah islamiyah dan lain-lainnya.

B. Tabligh



Tabligh



berpangkal dari kata


ballagha, yuballighu tablighon



nan berarti menyampaikan. Menurut istilah tabligh adalah menyampaikan ajaran-ajaran Selam kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman agar memperoleh kepelesiran dunia dan akherat. Di dalam tabligh, nan menjadi inti masalah adalah bagaimana agar sebuah warta tentang agama Islam bisa hingga kepada sasaran dakwah. Tapi tidak ada petisi lebih jauh untuk mendalami suatu kelainan itu.

Tabligh adalah da’wah Islamiyah intern bentuk khusus (lisan dan tulisan) kerjakan menyampaikan ajaran Islam kepada turunan lain. Pelaksananya dinamakan muballigh/ muballighat. Halikuljabbar berfirman :

الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا

Artinya:
“(merupakan) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka berdiri kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. dan cukuplah Halikuljabbar sebagai penghasil perhitungan”.

(QS. Al-Ahzab : 39)

Cak semau hal-hal yang harus diperhatikan internal menyodorkan ajaran Islam. Hal-hal tersebut yaitu sebagai berikut.



a. Syarat Muballig

1) Islam,

2) Ballig,

3) Berakal,

4) Mendalami wahyu Islam.



b. Etika dalam mengutarakan Tabligh

i) Bersikap lemah lembut, tidak berangasan, dan tidak merusak.

2) Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

iii) Mengutamakan musyawarah dan berdiskusi kerjakan memperoleh kesepakatan bersama.

4) Materi dakwah yang disampaikan harus memiliki sumber akar syariat yang kuat dan jelas sumbernya.

5) Menyampaikan dengan ikhlas dan sabar, sesuai dengan kondisi, psikologis dan sosiologis para pendengarnya maupun penerimanya.

6) Tidak menghasut individu tak untuk bermusuhan, destruktif, berselisih, dan mengejar-cari kesalahan orang lain.



C. Dakwah

Kata da’wah adalah masdar (perkenalan awal dasar) semenjak kata kerja


da’aa





yad’uu



yang berharga seruan, panggilan, invitasi. Menurut istilah dakwah ialah setiap kegiatan nan bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang atau kelompok orang untuk beriman kepada Allah Swt, sesuai dengan petunjuk aqidah (keyakinan), syari’ah (hukum) dan kepatutan Islam.
Rasulullah Saw; berujar :

عَنْ عَبْدِ اللهِ ابْنِ عَمْرٍ وَاَنَّ النَِبيَّ صِلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلِّغُوْا عَنِّى وَلَوْ أَيَةً  (رواه البخارى)

Artinya :
”Pecah Abdullah ibn Amr sesungguhnya Nabi saw bersuara”: ”Sampaikanlah olehmu segala apa nan kalian sambut dari aku sungguhpun hanya suatu ayat”.



(HR. Bukhari)

Rasulullah saw melakukan da’wah menurut prinsip yang telah digariskan Allah swt internal Al-Qur’an sebagai berikut :

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya :” Serulah (cucu adam) kepada kronologi Tuhanmu dengan hikmah dan tuntunan nan baik dan bantahlah mereka dengan cara nan baik. Sememangnya Tuhanmu Dialah yang lebih memafhumi adapun siapa nan kesasar dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui sosok-bani adam yang mendapat petunjuk”.(QS. An-Nahl : 125)

Kodrat-kodrat yang harus diperhatikan due north domestik berdakwah merupakan seperti berikut.



a. Syarat Da’i

1) Selam,

two) Ballig,

3) Berotak,

four) Mendalami ilham Selam.



b. Etika dalam Berdakwah:

ane) Dakwah dilaksanakan dengan hikmah, yaitu perkataan yang jelas, tegas dan sikap nan bijaksana.

2) Dakwah dilakukan dengan mauiẓatul hasanah atau petuah yang baik, yakni cara persuasif (minus kekerasan) dan edukatif (memberikan indoktrinasi).

3) Dakwah dilaksanakan dengan memberi konseptual yang baik (uswatun hasanah).

4) Dakwah dilakukan dengan mujādalah, ialah diskusi atau tukar pikiran yang berjalan secara dinamis dan santun serta menghargai pendapat insan enggak.



Perbedaa Khutbah, Tabligh dan Dakwah

ane. Khutbah dilakukan pada waktu-periode tertentu, padahal tabligh dan dakwah bisa dilakukan kapan sekadar
2. Khutbah ada syarat dan rukunnya, padahal tabligh dan dakwah lain punya syarat dan akur.
3. Khutbah harus ada podium, padahal tabligh dan dakwah tidak mesti mimbar.
4. Khutbah waktunya invalid, sedangkan tabligh dan dakwah bukan dibatasi perian.
5. Khutbah dilakukakan oleh orang yang memilki pengetahuan agama nan luas serta berbicara fasih, sedangkan tabligh dan dakwah enggak harus demikian.
6. Khutbah dilakukan secara khusus dan memiliki pengelolaan pendirian tertentu, sedangkan tabligh dan dakwah enggak.
seven. Pelaksana khutabah disebut khatib, sedangkan tabligh disebut muballigh dan dakwah disebut da’i

Perbedaan Antara Khutbah Dengan Tablig Dilihat Dari Segi Pelakunya Adalah

Source: https://asriportal.com/perbedaan-antara-khutbah-dengan-tablig-dilihat-dari-segi-pelakunya-adalah/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *