Pencetus Politik Luar Negeri Bebas Aktif Adalah

Pencetus Politik Luar Negeri Bebas Aktif Adalah

Loading Preview

Sorry, preview is currently unavailable. You tin download the paper by clicking the push above.

Hurl Hatta, tokoh proklamator, wakil presiden, dan juga penulis banyak buku. Diantara karya-karya beliau, terdapat satu karya dengan judul yang penuh kiasan “Mendajung antara dua karang”. Buku tersebut merupakan pidato beliau dalam sidang Badan Pekerja Komite Nasional Pusat (BPKNP) di Yogyakarta, 2 September 1948. Melalui pidato tersebut, Bung Hatta menggariskan dasar kebijakan politik luar negeri “bebas aktif” yang tetap relevan sampai sekarang. Seperti diketahui, kondisi tatanan dunia terpolarisasi ke dalam dua blok yang saling berebut pengaruh yaitu blok barat dan blok timur. Argumen Bung Hatta dalam buku tersebut telah teruji menghadapi berbagai serangan pengaruh tokoh-tokoh yang cenderung memihak kedua kekuatan utama tersebut. Indonesia tidak boleh pasif dalam kancah politik di dunia internasional, tetapi harus selalu berperan aktif, berhak dan berdaulat penuh untuk memutuskan nasibnya sendiri.

Buku “Mendajung Antara Dua Karang” karya Hurl Hatta

Kutipan pidato halaman fourteen

Kutipan halaman 40

Daftar pustaka

Hatta, Mohammad. (1951). Mendajung Antara Dua Karang: Keterangan Pemerintah Diutjapkan Oleh Drs. Mohammad Hatta di Muka Sidang BPKNP di Djokja Pada Tahun 1948. Djakarta: Kementerian Penerangan Republik Indonesia

Maryono. (2015). Bung Hatta, Proklamator, Ilmuwan, Penulis dan Karya-Karyanya: Sebuah Analisis Bio-Bibliometrik. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Vol. 11 (ii), 24-35.

2021-10-16

Kalau tdk salah Moh hatta

ANDROID
TYPE:
Umum

0
(
6196
ratings )

Price: $0

Andifaprasta, Achmad Ryyan
(2019) Biografi Politik Mohammad Hatta: Historiografi Pemikiran Politik Luar Negeri Bebas-Aktif. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstruse

Penelitian ini membahas tentang konstruksi pemikiran politik luar negeri bebas-aktif Mohammad Hatta. Hatta adalah pencetus politik bebas-aktif, prinsip politik luar negeri yang dijalankan oleh Republik Indonesia hingga hari ini. Penelitian ini menggunakan teori konstruski social Peter L. Berger untuk melacak asal muasal pemikiran bebas-aktif dan mengapa Hatta perlu memilih bebas-aktif sebagai prinsip politik luar negeri. Teori konstruksi menjelaskan tentang human is social product and society is human being production. Konstruksi social dalam tulisan ini melihat bagaimana 3 momen dialektis dan simultan itu berjalan: internalisasi, obyektivasi, dan eksternalisasi. Internalisasi berkaitan dengan darimana bibit ide bebas-aktif didapatkan. Obyektivasi menjelaskan tentang mengapa harus memilih politik bebas-aktif. Kemudian eksternalisasi menjelaskan proses pencurahan diri Hatta dan pemikiran bebas-aktifnya ke dalam masyarakat.

English Abstract

This research examines the structure of Hatta’s free-active political thought. Hatta was the former that declared the free agile equally a principe on Indonesia strange policy until present. This inquiry used the social construction theory from Peter L. Berger to analyse and explain about roots of Hatta’s polticial thought (gratis-active), and why that must be choosen. Social construction theory is about “man is social production and guild is human being product”. Social construction in this enquiry aim 3 main dialectical and simultaneous moment: internalization, obyectivation, and externalization. Internalization traces the roots of complimentary-active idea. Obyectivation explain that costless-active must be choosen equally a principe. Then, externalization as how Hatta produces the social reality with his costless-active thought.

Other obstract

Particular Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FISIP/2020/36/052003250
Contributors:
Contribution Contributors Name NIDN E-mail
Thesis advisor Arief Setiawan, S.IP., MPS UNSPECIFIED UNSPECIFIED
Thesis advisor Anggun Trisnanto, S.IP., M.Thought UNSPECIFIED UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Mohammad Hatta, Pemikiran Politik, Bebas-Aktif, Konstruksi Sosial, Mohammad Hatta, Political Thought, Costless-Agile, Social Structure
Subjects: 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and authorities) > 320.v Political ideologies
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Depositing User:
Budi Wahyono Wahyono
Appointment Deposited: 10 Aug 2020 07:02
Terminal Modified: 19 Oct 2021 01:34
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/180682


Text

Achmad Ryyan Andifaprasta (2).pdf


Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item

Lihat Foto

KOMPAS.com
– Politik Luar Negeri adalah upaya pencapaian kepentingan-kepentingan nasional melalui kebijakan yang berhubungan dengan negara lain.

Politik luar negeri yang diterapkan suatu negara dapat mencerminkan kondisi dalam negeri negara tersebut.

Pada masa revolusi kemerdekaan Republic of indonesia 1945-1949, Indonesia mempunyai prioritas kepentingan nasional untuk memperoleh kedaulatan secara penuh serta mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional, khususnya Belanda.

Oleh karena itu, politik luar negeri Indonesia diarahkan pada usaha-usaha untuk mencari simpati dan berhubungan baik dengan negara-negara maju serta negara dunia ketiga.

Moh Hatta mencetuskan konsep politik luar negeri bebas aktif pada 2 September 1948 dalam kelompok kerja KNIP.

Baca juga: Kondisi Politik masa Orde Baru

Dalam buku Politik Luar Negeri Indonesia dibawah Soeharto (1998) karya Leo Sryadinata, Hatta mengungkapkan bahwa Indonesia tidak perlu memilih untuk bersikap pro terhadap Amerika Serikat atau pro Uni Soviet.

Dengan sikap tersebut, Indonesia tidak menjadi obyek perjuangan politik Internasional. Indonesia harus menjadi subyek yang memiliki hak untuk menentukan pilihannya sendiri.

Pengertian Politik Bebas Aktif

Dalam buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (2005) karya M.C Riclefs, politik bebas aktif adalah sikap Indonesia yang mempunyai jalan atau pendirian sendiri dalam menghadapi masalah internasional tanpa memihak pada blok Barat maupun blok Timur serta turut berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

Atas dasar politik bebas aktif, Indonesia memposisikan dirinya sebagai subyek dalam pengambilan keputusan hubungan luar negeri dan tidak dapat dikendalikan oleh kepentingan politik negara lain.

Baca juga: Dinamika Politik Partai masa Demokrasi Liberal

Pencetus Politik Luar Negeri Bebas Aktif Adalah

Source: https://apayangkamu.com/siapakah-yang-mencetuskan-politik-luar-negeri-yang-bebas-dan-aktif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.