Pembagian Kasta Dalam Masyarakat Hindu Tercermin Dalam

Pembagian Kasta Dalam Masyarakat Hindu Tercermin Dalam

Tujuan dari pembentukan kasta dalam agama Hindu adalah untuk menjaga kemurnian ras bangsa Arya yang dianggap ras paling baik, dibandingkan dengan ras bangsa Dravida yang dianggap paling rendah. Kata kasta berasal dari bahasa portugis yang berarti pembagian masyarakat.

Apakah agama Hindu mengenal sistem kasta?

Dalam agama Hindu tidak dikenal istilah kasta. Istilah yang termuat dalam kitab suci Veda adalah warna. Apabila kita mengacu pada Kitab Bhagavadgita, maka yang dimaksud dengan warna adalah Catur Warna, yakni pembagian masyarakat menurut Swadharma (profesi) masing-masing orang.

Kenapa dibuat kasta?

Jawaban: Latar belakang terbentuknya kasta ialah untuk menjaga kemurnian ras bangsa Arya yang dianggap sebagai ras paling baik, dibandingkan dengan bangsa dravida yagn dianggap lebih rendah. Bangsa Arya merupakan bangsa pendatang sedangkan bangsa Dravida merupakan penduduk asli.

Ngakan kasta apa?

Keturunan kasta Waisya biasanya diawali dengan gelar Ngakan, Kompyang, Sang, atau Si. Pada masa lalu, orang dari kasta ini bekerja di bidang niaga dan industri.

Apakah saat ini masih ada sistem kasta di Republic of indonesia?

Sejak merdeka, sistem kasta ini mulai luntur. Namun ada beberapa daerah yang masih tetap menjunjung tinggi. Salah satunya, Bali. Masyarakat Bali adalah masyarakat yang berpegang teguh pada nilai dan norma budaya Bali dan hinduisme.

Yous might be interested:
Mengapa Aksi Bom Bali Termasuk Pelanggaran Ham?

Siapa yang menciptakan kasta?

Kasta pertama kali muncul di india ketika terjadi akulturasi kebudayaan bangsa arya dan bangsa dravida, dimana demi mempertahankan kemurnian rasnya, bangsa arya membuat sistem kasta.

Siapa yang menciptakan sistem kasta?

Tujuan bangsa arya menciptakan sistem kasta.

Made termasuk kasta apa?

Nama Orang Bali Kasta / Gelar Sudra

Artinya nama Wayan atau Putu (anak pertama), Made atau Kadek (anak kedua), Nyoman atau Komang (anak ketiga) dan Ketut (anak keempat) adalah sebutan orang biasa dalam masyarakat bali.

Nama dewa kasta apa?

Untuk kasta Ksatria biasanya menggunakan ‘Anak Agung’, ‘Agung’, ‘Dewa’ untuk laki-laki, dan ‘Anak Agung’, ‘Agung’, dan ‘Dewa Ayu’ untuk perempuan.

Kasta apa saja?

Kasta dalam Hindu

  1. Brahmana. Orang yang termasuk dalam kasta Brahmana adalah mereka yang mengabdikan diri pada urusan spiritual dan pendidikan.
  2. Ksatria. Kasta ini diperuntukkan bagi mereka yang masuk dalam anggota lembaga pemerintahan maupun militer.
  3. 3. Waisya.
  4. 4. Sudra.

Bagaimana sistem kasta yang berkembang di Indonesia?

Sistem kasta berkembang di Indonesia pada masa Hindu Budha didasarkan pada keberadaan masyarakatnya atau berdasarkan kedudukan. Sistem ini akan membedakan seseorang dengan yang lain dengan kasta yang dimilikinya yang didapatkan karena faktor keturunan.

Apa kasta tertinggi di Bali?

Dari keempat kasta tersebut yang tertinggi menurut sistem kasta adalah Brahmana, karena dalam buku ke-10 Rig-Veda yang memuat tentang sistem warna tertulis: “golongan Brahmana keluar dari mulut Dewa Brahmana, golongan Ksatria dari tanganya, Waisya dari paha atau perutnya, Sudra keluar dari telapak kakinya”.

Pande itu kasta apa?

Sudra merupakan tingkatan paling rendah dalam sistem kasta di Bali. Biasanya kasta ini diduduki oleh para pekerja atau buruh. Gelar bagi orang-orang yang termasuk dalam kasta ini adalah Pande, Kbon, atau Pasek.


Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu

– Dalam agama Hindu, tidak ada sistem kasta, yang ada adalah ajaran catur warna. Namun sejak abad ke-fourteen, tatanan masyarakat diubah dari warna ke kasta.

Sebelum abad ke-14, kasta tidak dikenal di indonesia. Penjajah Belanda, selama 350 tahun menguatkan sistem kasta karena ini sesuai dengan politik divide et impera – nya. Namun lama-kelamaan sistem kasta akan hilang ditelan jaman, karena umat Hindu semakin terdidik, dan juga karena pengaruh globalisasi.

Pembagian kasta dalam masyarakat hindu berasal dari himpunan hukum Manu. yaitu kisah manusia pertama yang diciptakan oleh Brahma. Manu memiliki empat susunan, yaitu: mulut, lengan, paha, dan kaki.

Penafsiran tentang susunan Manu, ialah bahwa kemasyarakatan harus merupakan kesatuan yang terdiri dari empat warna/lapisan, yaitu:

  • Kasta Brahmana sebagai perlambang mulut ialah golongan para ahli agama dan ilmu pengetahuan. Golongan ini paling dihormati dan biasanya menjadi penasehat raja.
  • Kasta Ksatria sebagai perlambang lengan ialah golongan ningrat dan para prajurit. Golongan inilah yang memegang kekuasaan dan menjalankan pemerintahan.
  • Kasta Waisya sebagai perlambang paha ialah golongan pengusaha, pedagang, dan petani. Mereka merupakan golongan yang berusaha, mengeluarkan keringat untuk menghasilkan perbekalan yang diperlukan oleh semua golongan.
  • Kasta Sudra sebagai perlambang kaki terdiri atas orang-orang dravida yang masuk kedalam masyarakat aria dan berkedudukan sebagai hamba sahaya.

Bagi setia porang dari kasta-kasta atas, harus menempuh empat tingkat kehidupan sepanjang usianya, yaitu:

  • Bramacharya ialah masa belajar agama dan mendalaminya, yang ditutup dengan upacara upanayama. Mendapatkan tanda suci untuk menentukan kastanya. Dalam tingkatan tersebut seseorang disebut brahmacharin
  • Grihastha ialah masa berumah tangga dan memikul kewajiban untuk memelihara rumah tangga dan keluarga. Dalam tingkatan tersebut seseorang disebut grihamedin
  • Vanaprastha ialah masa sesudah berusia tua dan meyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa dengan jalan mengasingkan diri dan bertapa. Dalam tingkatan tersebut seseorang disebut vanvasin
  • Sanyasa ialah masa memperoleh ilmu tinggi dalam pertapaan lalu menyerahkan diri untuk mengajar dan mengembara sebagai fakir. Dalam tingkat tersebut seseorang disebut sanyasin



Dalam agama Hindu
terdapat empat
kasta, yang membedakan antara golongan satu dengan yang lainnya. Pembentukan
kasta
ini mempunyai tujuan utama untuk menjaga kemurnian ras Bangsa Arya yang dianggap ras paling baik, dibandingkan ras Bangsa Dravida yang dianggap lebih rendah.


Sistem Kasta dalam agama Hindu digunakan untuk mengelompokan manusia berdasarkan status sosialnya. Tujuan dari pembentukan kasta dalam agama Hindu adalah untuk menjaga kemurnian ras bangsa Arya yang dianggap ras paling baik, dibandingkan dengan ras bangsa Dravida yang dianggap paling rendah.

Apa yang dimaksud dengan kasta agama Hindu?

Kasta Agama Hindu – Pada sekitar tahun 1500 Sebelum Masehi, bangsa Arya berhasil menaklukkan penduduk asli, yaitu bangsa Dravida di Republic of india. Kemudian lahir agama Hindu yang merupakan gabungan antara kepercayaan bangsa Arya dan kepercayaan bangsa Dravida.

Bagaimana pembagian kasta dalam masyarakat Hindu?

Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu – Dalam agama Hindu, tidak ada sistem kasta, yang ada adalah ajaran catur warna. Namun sejak abad ke-14, tatanan masyarakat diubah dari warna ke kasta. Sebelum abad ke-14, kasta tidak dikenal di indonesia.

Apa itu agama Hindu?

Kemudian lahir agama Hindu yang merupakan gabungan antara kepercayaan bangsa Arya dan kepercayaan bangsa Dravida. Agama Hindu mempunyai banyak dewa, namun tiga dewa yang senantiasa dipuja, yang lebih dikenal dengan nama Tn Murti, yaitu Dewa Brahmana atau Dewa Pencipta, Dewa Wisnu atau Dewa Pelindung, dan Dewa Syiwa atau Dewa Perusak.

Apa yang dimaksud dengan kasta agama Hindu?

Kasta Agama Hindu – Pada sekitar tahun 1500 Sebelum Masehi, bangsa Arya berhasil menaklukkan penduduk asli, yaitu bangsa Dravida di India. Kemudian lahir agama Hindu yang merupakan gabungan antara kepercayaan bangsa Arya dan kepercayaan bangsa Dravida.

Apa itu kasta dalam masyarakat Hindu?

Timbulnya istilah kasta dalam masyarakat Hindu adalah karena adanya proses sosial [perkembangan masyarakat] yang mengaburkan pengertian warna. Pengaburan pengertian warna ini melahirkan tradisi kasta yang membagi tingkatan seseorang di masyarakat berdasarkan kelahiran dan status keluarganya.

Apa itu agama Hindu?

Kemudian lahir agama Hindu yang merupakan gabungan antara kepercayaan bangsa Arya dan kepercayaan bangsa Dravida. Agama Hindu mempunyai banyak dewa, namun tiga dewa yang senantiasa dipuja, yang lebih dikenal dengan nama Tn Murti, yaitu Dewa Brahmana atau Dewa Pencipta, Dewa Wisnu atau Dewa Pelindung, dan Dewa Syiwa atau Dewa Perusak.

Sistem kasta dibentuk berdasarkan pada pendudukan, hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat. Pembagian golongan menyebabkan masyarakat Hindu terbagi dalam empat kasta / golongan yang sering disebut catur warna.

Pembentukan kasta mempunyai tujuan utama untuk menjaga kemurnian ras bangsa Arya yang dianggap ras paling baik, dibandingkan ras bangsa Dravida yang dianggap lebih rendah.

a. Kasta Brahmana
Kasta brahmana bertugas dalam kehidupan keagamaan dan mereka merupakan kelompok yang dapat menguraikan kitab weda

b. Kasta Kesatria
Kasta Kesatria terdiri dari raja, bangsawan, dan prajurit. Kasta Kesatria berkewajiban menjalankan pemerintahan, termasuk juga mempertahankan negara

c. Kasta Weisya
Kelompok yang menempati kasta weisya adalah para pedagang, petani kaya, dan juga ternak

d. Kasta Sudra
Kasta sudra merupakan kelompok masyarakat paling bawah, seperti pekerja kasar dan juga buruh. Kasta Sudra pada umumnya ditempati keturunan orang-orang Dravida.

Dalam bidang kepercayaan dikenal juga dengan agama Hindu. Agama hindu merupakan kepercayaan yang bercorak politeisme. Dewa tertinggi umat Hindu dikenal dengan Trimurti yang terdiri daru Brahmana, Wisnu, dan Syiwa. Kitab suci umat Hindu dikenal dengan Weda.

Weda terdiri dari empat bagian atau Samhita berikut

a. Reg Weda
Dikenal sebagai kitab tertua dan berisi puji-pujian kepada Dewa

b. Sama Weda
Berisi nyanyian-nyanyian suci yang merupakan pujian pada waktu melaksanakan upacara

c. Yajur Weda
Kitab ini berisi doa-doa yang diucapkan pada waktu upacara sesaji

d. Atharwa Weda
Berisi doa-doa bagi penyembuhan penyakit dan nyanyian sakti kaum brahmana.

Lihat Foto

Getty/BBC Indonesia

Bagi umat Hindu Bharat, sapi adalah hewan suci yang tak boleh disakiti apalagi dibunuh.

KOMPAS.com
– Pembagian kasta dalam masyarakat hindu sudah terjadi sangat lama.

Pembagian kasta berasal dari himpunan hukum Manu yang merupakan kisah manusia pertama yang diciptakan Brahma.

Sistem pembagian kasta ini merupakan yang tertua di dunia dan berusia ribuan tahun, di mana masyarakat dibagi dalam beberapa kelompok hierarki yang kaku.

Pembagian kasta dalam masyarakat Hindu tercermin dalam stratifikasi sosial dan jabatannya, trah leluhur, hubungan kekerabatan, jabatab pemerintah dan sumber pendapatan.

Baca juga: Contoh Sikap Kepahlawanan Masa Kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam

Munculnya sistem kasta

Berdasarkan buku Manusmriti yang dianggap tertua, sebelum Kristus lahir sudah mengakui bahwa sistem kasta sebagai dasar keteraturan dari masyarakat.

Sistem ini merupakan cara Hindu membagi masyarakat menjadi empat kategori utama, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra.

Hal itu diamini oleh kebanyakan masyarakat Hindu yang berasal dari Dewa Pencipta Hindu.

Sementara itu, para ahli sosial menafsirkan bahwa kasta merujuk pada karakteristik bawaan yang diwariskan.

Sistem kasta didefinisikan sebagai sebuah tatanan yang membagi masyarakat Hindu ke dalam beberapa kelompok.

Baca juga: Daftar Kitab Peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha

Kasta dalam Hindu

1. Brahmana

Orang yang termasuk dalam kasta Brahmana adalah mereka yang mengabdikan diri pada urusan spiritual dan pendidikan.

Alasan terbentuknya sistem kasta di Republic of india adalah untuk menyucikan Weda dari kaum Dravida. Kitab Weda hanya boleh dan dapat dibaca oleh bangsa Arya, selain itu Bangsa Arya juga menolak melakukan perkawinan campur dengan bangsa Dravida. Bangsa Arya percaya jika Weda tersentuh atau terbaca Ras Dravida maka akan timbul bencana yang besar.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

Pada dasarnya derajat manusia itu tidak ada perberdaan satu sama lain. Mungkin karena menyebarluasnya teori Darwin itu menimbulkan beberapa kesewenangan yang dilakukan kaum penguasa [kaya] kepada rakyat kecil, hal ini menyebab kesenjangan sosial di masyarakat dan melahirkan yang disebut kasta. Sistem Kasta dalam agama Hindu digunakan untuk  mengelompokan manusia berdasarkan status sosialnya.

Tujuan dari pembentukan kasta dalam agama Hindu adalah untuk menjaga kemurnian ras bangsa Arya yang dianggap ras paling baik, dibandingkan dengan ras bangsa Dravida yang dianggap paling rendah.

Kata kasta berasal dari bahasa portugis yang berarti pembagian masyarakat. Sistem kasta adalah suatu sistem dimana terdapat pengelompokan orang-orang sesuai dengan derajat atau tingkatan dalam masyarakat. Sistem ini digunakan pada masa lahirnya agama Hindu pada tahun 1500 SM. Namun sistem kasta tidak digunakan lagi pada saat lahirnya agama Budha karena dalam agama Budha tidak dibenarkan adanya tingkatan atau kasta dalam masyarakat.

Penggunaan sistem kasta telah menentukan masyarakat beragama Hindu dibagi menjadi beberapa kelompok dan tingkat. Pada umunya, kelas tertinggi adalah para Brahmana, sedangkan kelas terendah adalah kaum pariah atau dikenal sebagai “mereka yang tidak bisa disentuh”. Berikut ini catur warna atau  dalam sistem pembagian kasta:

Kasta Brahmana

Arti kiasan yang mengatakan bahwa golongan Brahmana keluar dari mulut Dewa Brahma adalah bahwa golongan Brahmana adalah guru rakyat, karena bukankah mulut itu saluran buah pikiran? Oleh karena itu golongan Brahmana merupakan kasta tertinggi yang suaranya harus didengar dan ditaati. Golongan ini terdiri atas para pendeta dan pemimpin agama. Tugasnya menjalankan upacara-upacara keagamaan.

Kasta Ksatria

Golongan Ksatria yang dikatakan keluar dari tangan Brahma berarti, berarti bahwa golongan Ksatria menjadi golongan pemerintah, karena tangan diperlukan untuk memanggul senjata pada saat peperangan menahan serangan musuh. Golongan Ksatria terdiri dari raja, bangwasan, dan prajurit. Tugasnya menjalankan pemerintahan.

Kasta Waisya

Kasta Waisya keluar dari perut atau paha Dewa Brahma. Paha berfungsi membawa tubuh dari suatu tempat ke tempat lain. Oleh karena itu, Kasta Waisya terdiri dari pada pedagang yang membawa dagangan ke berbagai tempat. Dengan kata lain kasta Waisya bertugas menjalankan roda perekonomian.

Kasta Sudra

Kasta Sudra keluar dari telapak kaki Dewa Brahma. Kaki adalah bagian tubuh yang paling di bawah, maka kasta Sudra menjadi kasta yang paling rendah kedudukannya dan harus melayani kasta-kasta yang ada di atasnya.

Kasta Paria

Paria atau Candala. Mereka sering disebut outcast [di luar kasta] atau untouchable [tidak boleh disentuh]. Mereka adalah golongan terbuang berasal dari bangsa Dravida yang mendapat perlakuan diskriminasi oleh bangsa Arya karena mereka berkulit hitam dan berhidung pesek.



Apa tiga cara berbeda untuk mengintegrasikan hubungan ekonomi dan sosial untuk mendistribusikan barang-barang material? Apa tiga mode interpretasi? Apa tiga properti yang harus ada agar sistem aman?


Video yang berhubungan

Pembagian Kasta Dalam Masyarakat Hindu Tercermin Dalam

Source: https://apadimaksud.com/tujuan-pembagian-kasta-dalam-agama-hindu-adalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *