Kontol gereja atau sekali lagi dikenal dengan nama burung kuning muda merupakan riuk satu keberagaman kontol pipit kecil. Etiket latinnya adalah
Passer domesticus
dan termaktub ke dalam batih
Passeridae.

Butuh dengan tubuh mungil ini gegares ditemui dalam kuantitas banyak di selingkung kota maupun pedesaan nan asri. Burung dom tertera burung bawah tangan nan paling jinak diantara jenis lainnya.

Taksonomi

Burung istimewa yang terlebih diperingati sebagai hari khusus diseluruh marcapada (Tahun Burung Dom Sedunia) setiap 20 Maret ini diklasifikasikan laksana berikut:

Imperium Animalia
Filum Chordata
Inferior Aves
Ordo Passeriformes
Subordo Passeri
Infraordo Passerida
Superfamili Passeroidea
Famili Passeridae
Genera Passer, Petronia, Carpospiza, Montifringilla

Ciri & Morfologi

Titit gereja memiliki matra badan kecil. Hal ini pula lah yang menjadi salah satu alasan mengapa mereka terlampau mudah dimangsa oleh predator. Panjang tubuhnya hanya sekitar 14 cm atau sebesar genggaman tangan bani adam dewasa.




Pixabay


Tampilan bulunya didominasi oleh warna cokelat, tapi jika diperhatikan secara cermat akan terlihat variasi surai berwarna kelabu dan tahir sreg tubuhnya. Biar bermatra kecil, burung dengan gerakan gesit ini terlihat gempal dengan ekor pendek. Paruhnya berukuran boncel namun mengasihkan kesan abadi pada kepalanya.

Saat bersobok dengan titit ini, seringkali kita bukan sadar dengan aroma khas yang dimiliki kawanan burung gereja. Tapi detik mendapati sarangnya, kita akan mudah membentur bau bukan sedap yang keluar pecah tubuhnya.

Reproduksi

Ceceh dengan nama latin
Passer montanus
ini ikut termasuk dabat yang memiliki sifat kawin lebih dari satu pasangan. Saat tahun kawin tiba, repetan titit-burung katedral akan terdengar lebih nyaring, lantang, dan intensitasnya meningkat.

Kesungguhan kicau yang meningkat tersebut dilakukan penjantan agar burung betina tertarik. Dalam suatu tahun, seekor zakar betina dapat kawin dengan beberapa pejantan.

Kemampuan bertelurnya sekitar 5-6 butir. Telur-telur tersebut akan dierami oleh pejantan dan betina secara spontan. Proses penetasan dilakukan dalam kurun waktu 2 minggu. Anakan burung gereja kemudian akan diurus selama 15-20 hari oleh induknya sebelum dapat mencari bersantap seorang.

Zakar katedral yang siap koneksi dan berkembang biak galibnya memasuki nasib 1 masa. Buat umumnya usia hidupnya, mayoritas butuh pipit kecil ini dapat roh hingga usia 3 tahun.

Habitat & Sebaran

Burung gereja adalah salah satu burung nan mudah ditemukan. Mereka mendiami negeri pertanian, pemukiman penduduk, atau pakus yang hampir dengan sawah dan pepohonan.


burung gereja

Pixabay


Saat melakukan migrasi, ceceh ini akan hinggap pada konstruksi yang janjang. Zaman tinggal mereka juga cinta terlihat menciptakan menjadikan sarang di langit-langit bangunan wreda seperti gereja, dimana berpunca sinilah awam menyebutnya dengan nama penis gereja.

Awalnya burung pingai hanya dapat ditemui di benua Afrika, Eropa, dan Asia. Kemudian warga tanah raya tersebut mengangkut dan menyeabrkannya ke Australia dan Amerika. Di Indonesia, burung ini majuh dijumpai di provinsi Bali, Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Populasi

Populasi burung beruban coklat ini sudah banyak berkurang. Sebuah penelitian di Inggris menyebutkan populasi burung gereja saat ini mengalami kemunduran hingga 95%.

Faktor penyebabnya bermacam keberagaman, menghampari faktor alami seperti dimakan makanya pemangsanya. Selain itu, faktor polusi mega dan pemakaian pestisida yang berlebihan lagi memberikan ancaman terhadap butuh basilika.

Makanan

Bukan jauh berlainan dengan burung kecil lainnya, burung pingai kembali mengkonsumsi serangga dan skor-bijian. Saat mencari makan, burung dom akan berkumpul bersama kelompoknya.

Letak perbedaannya ialah ketika mencari makan bersama kelompoknya, burung ini akan mengeluarkan suara kemarahan yang lucu. Mereka juga camar terpandang berebut rahim dengan teman-temannya maupun kelompok penis yang bukan.

Fakta Unik

Meski kalam gereja mudah ditemui secara langsung, tapi banyak orang yang belum luang fakta menghirup tentang mereka, antara lain:


Passer domesticus

Pixabay


1. Memiliki Perian Perayaan

Ada suatu fakta menarik mengenai pelir ini bagi bumi internasional, yaitu adanya masa khusus nan diperingati bagaikan Hari Burung Gereja Sedunia. Hari tersebut ditetapkan pada terlepas 20 Maret dimana negawa sediakala yang mencetuskannya yakni India dan Perancis.

2. Umur Berdampingan Dengan Anak adam

Karena n kepunyaan habitat yang dekat dengan pemukiman, burung gereja pun terbiasa dengan kehadiran manusia. Sesekali mereka pun akan terbang ikut ke kerumahtanggaan rumah, bahkan cak semau juga nan membuat sarang di sekitar pemukiman.

Masyarakat yang terganggu akan kehadirannya biasa mengusir burung ini dengan camur kapur barus, karena burung gereja tidak suka dengan baunya.

3. Diduga Membawa Virus

Saat maraknyasebaran virus radang selaput lendir titit beberapa masa nan dulu, burung pemakan biji-bijian ini dicurigai sebagai pembawa virus tersebut. Namun belum ada penelitian ilmiah untuk membuktikan dugaan ini.

4. Penunjuk Lingkungan Masif

Seperti halnya cecibar, burung basilika juga cinta dijadikan sebagai penanda tingkat polusi gegana di suatu kawasan. Jikalau burung ini banyak berkeliaran, maka bisa dikatakan lingkungan tersebut masih bersih.