Pengertian Drama Satu Babak

Drama satu babak adalah suatu bentuk karya sastra berupa naskah dan lakon yang terdiri atas satu babak, berpusat pada satu tema dengen sejumlah kecil.

Pameran gaya, latar, serta penaluran yang ringkas (Sumber:Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi:3)

Drama Satu Babak Adalah
Drama Satu Babak Adalah
  1. Ciri – Ciri Drama satu Babak

Drama satu babak memunyai karakter yang lebih sedikit dan mungkin latar yang lebih sederhana. Biasanya, drama satu babak hanya berfokus pada karakter utama dan satu kejadian atau satu tujuan.

Sementara waktu untuk subalur (subplot) dan adegan yang tidak melibatkan karakter utama, kisahnya hanya sedikit. Inilah yang harus Anda perhatikan saat membaca drama satu babak, dan sesuatu yang perlu diingat saat Anda masuk ke dalam proses menulis.

  1. Cara Membuat Drama Satu Babak

  • Langkah pertama, tentukan karakter utama.
  • Langkah kedua, berikanlah karakter Anda sebuah tujuan.
  • Langkah ketiga, pikirkanlah rintangan-rintangan yang akan dihadapi karakter Anda.
  • Langkah keempat, kembangkan karakter-karakternya.
  • Langkah kelima, kembangkan latarnya.
  • Langkah keenam, buatlah garis besar adegan-adegan Anda.

Demikianlah pengertian singkat mengenai drama satu babak.

Pengertian Drama

Drama adalah Karya sastra dalam bentuk dialog yang dimaksud untuk dipentaskan atau ditunjukkan

Unsur – Unsur drama

Unsur intrinsik drama.

  • Lakon atau cerita
  • Pemain
  • karakter tokoh dapat di bagi atas:
  1. Tokoh Protagonis

Tokoh protagonis yaitu tokoh yang mendukung cerita (memiliki watak yang baik).

  1. Tokoh Antagonis

Tokoh antagonis yaitu tokoh yang menentang cerita (memiliki watak yang jahat)

  1. Tokoh Tritagonis

Tokoh tritagonis yaitu tokoh yang membantu tokoh antagonis dan tokoh protagonis.

Jenis – Jenis Drama

Jenis Drama berdasarkan bentuknya sebagai berikut ini :

  1. Drama Komedi

Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan

  1. Drama Tragedi

Drama tragedy adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan

  1. Drama Tragedi Komedi

Drama tragedi komedi adalah drama yang sedih dan ada lucunya

  1. Opera

Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian

  1. Lelucon/Dagelan

Lelucon adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton

  1. Operet / Operette

Operet adalah opera ang diceritakan lebih pendek

  1. Pantomin

Pantomin adalah drama uang ditampilkan dalam bentuk gerak tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan

  1. Tablau

Tablau adalah drama yang mirip pantomin yang dibarengi oleh gerak-gerak anggota tubuh dan mimic wajah pelakunya.

  1. Passie

Passie adalah drama yang mengandung unsure agama atau religius

  1. Wayang

Wayang adalah drama yang pemainnya adalah boneka wayang dan lain sebagainya.

Macam – Macam Drama

Berdasarkan bentuknya

  1. Drama Prosa

Drama prosa yaitu drama yang tujuannya untuk di pentaskan.

contoh : drama prosa:

  • Drama Romantis.
  • Drama Realistis.
  • Drama Simbolis.
  1. Drama Puisi

Drama puisi yaitu drama yang tujuannya tidak untuk di pentaskan.

contoh Drama puisi :

  • Force
  • Melodrama
  • Drama Monolog.

Isitlah dalam Drama

  • Skenario : naskah drama.
  • Sutradara : aoarang yang mengarahkan pemain.
  • Property : benda perlengkapan pemain.
  • Blocking : batas gerak pemain.
  • Kostum : pakaian pementasan.
  • Brand upward : tata rias pemain.
  • Epilog : penjelasan setelah.
  • Prolog : penjelasan sebelum pertunjukan.
  • Monolog : percakapan penonton.
  • Lighting : tata lampu.

Unsur – Unsur Pementasan Drama

  1. Naskah

Naskah adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. Dalam naskah tersebut termuat nama-nama dan lakon tokoh dalam cerita, dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung yang diperlukan.

Bahkan kadang-kadang juga dilengkapi penjelasan tentang tata busana, tata lampu dan tata suara (musik pengiring)

  1. Pemain

Pemain adalah orang yang memeragakan cerita, berapa jumlah pemain yang disesuaikan dengan tokh yang dibutuhkan dalam cerita, setiap tokoh akan diperankan seorang pemain

  1. Sutradara

Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan, tugas sutradara sangat banyak dan beban tanggung jawabnya cukup berat, sutradara memilih naskah, menentukan pokok-pokok penafsiran naskah, pemilihan pemain, melatih pemain dan mengkoordinasikan setiap bagian

  1. Tata Rias

Fungsi tata rias adalah menggambarkan tokoh yang dituntut misalnya seorang pemain memerankan tokoh kakek maka wajah dan rambutnya dibuat tamak tua.

  1. Tata Busana

Penata rias dan penata b usana harus bekerjasama saling memahami, saling menyesuaikan, penata ris dan penata busana harus mampu menafsirkan dan memantaskan ris dan pakaian yang terdapat dalam naskah cerita misal tokoh nenek melarat, maka pakaian yang dikenakan tidak menggunakan pakaian yang bagus dan mahal, karena kesalahan dalam busana dapat juga mengganggu jalannya cerita.

  1. Tata Lampu

Pengaturan cahaya di panggung dibutuhkan untuk mendukung jalan cerita yang menerangkan tempat dan waktu kejadian pada sebuah cerita, untuk menggambarkan kejadian pada malam hari atau siang hari, menggambar kejadian misal di tempat romantis.

  1. Tata Suara

Musik dalam pertunjukan drama adalah untuk mendukung suasana, misal penggambaran kesedihan, ketakutan, kemarahan dan lain-lain misal penggambaran cerita kesedihan seorang anak, kalau diiringi musik yang sesuai, tentu kesedihan ini akan lebih terasa diiringi musik berirama lembut, alat musik yang digunakan hanya seruling yang mendayu-dayu, ketika adegan kemarahan diiringi musik berirama cepat dan keras, piñata musik berirama cepat lagu yang sudah ada ataupun menciptakan lagu sendiri, penata suara harus memiliki kreativitas yang tinggi.

  1. Penonton

Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan. Bagaimanapun sempurnanya persiapan, kalau tak ada penonton rasanya tak akan dimainkan. Jadi, segala unsur yang telah disebutkan sebelumnya pada akhirnya untuk penonton.

Pemeran Tokoh dalam Pementasan Drama

Seorang dramawan yang baik hendaknya menguasai teknik peran. Teknik peran (acting) adalah cara mendayagunakan peralatan ekspresi (baik jasmani maupun rohani) serta keterampilan dalam menggunakan unsur penunjang.

Yang termasuk keterampilan menggunakan alat ekspresi jasmani adalah keterampilan menggunakan tubuh, kelenturan tubuh, kewajaran bertingkah laku, kemahiran dalam vokal, dan kekayaan imajinasi yang diwujudkan dalam tingkah laku. Adapun peralatan ekspresi yang bersifat kejiwaan ialah imajinasi, emosi, kemauan, daya ingat, inteligensi, perasaan, dan pikiran.

Berdasarkan Perasaan

  • Tokoh Utama

adalah pelaku yang memegang peranan utama dalam cerita dan selalu hadir/muncul pada setiap satuan kejadian.

  • Tokoh Tambahan

adalah pelaku yang berfungsi membantu pelaku utama dalam cerita.Bisa bertindak sebagai pahlawan mungkin juga sebagai penentang pelaku utama.

Berdasarkan Fungsi Tampilan

  • Tokoh Protagonis

adalah pelaku yang memegang watak tertentu yang membawa ide kebenaran.(jujur,setia,baik hati dll)

  • Tokoh Antagonis

adalah pelaku yang berfungsi menentang pelaku protagonis (penipu, pembohong dll)

  • Tokoh Tritagonis,

adalah pelaku yang dalam cerita sering dimunculkan sebagai tokoh ketiga yang biasa disebut dengan tokoh penengah.

Berdasarkan Pengungkap Watak

Tokoh bulat

  • Tokoh yang semua wataknya diungkapkan. Sangat dinamis dan mengalami banyak perubahan watak.
  • Disebut juga tokoh komplek atau tokoh bundar.
  • Merupakan tokoh yang berkembang.
  • Lebih mencerminkan kehidupan manusia yang sebenarnya, sebagaimana kehidupan manusia tidaklah monoton.
  • Memiliki banyak particular karakter, baik maupun buruk.
  • Tidak mudah untuk di klasifikasi karena banyak perubahan.
  • Kebanyakan tokoh utama mayor merupakan tokoh bulat sehingga memungkinkan tokoh protagonis memiliki unsur tokoh antagonis.
  • Harus bisa memberikan ‘kejutan’ dalam cara yang meyakinkan.
  • Bila tokoh tidak memberikan ‘kejutan’ pada pembaca maka tokoh tersebut merupakan tokoh datar.
  • Tokoh bulat ada yang baik dan ada yang jahat.
  • Perubahan tokoh bulat harus dapat dipertanggung jawabkan dan memiliki alasan.
  • Tujuan, ambisi dan nilai-nilai mereka berubah-ubah seiiring berjalannya cerita.
  • Sikapnya berubah tergantung dengan hasil dari kejadian-kejadian yang terjadi pada dirinya.

Tokoh datar

  • Diceritakan dari satu segi watak saja, bersifat statis, jarang berubah karakternya, kadang sama sekali tidak berubah.
  • Tokoh datar disebut juga tokoh sederhana dan tokoh pipih.
  • Tokoh datar: tidak memberikan kejutan.
  • Tidak banyak detail yang menjelaskan tokoh datar sehingga mudah untuk diklasifikasi.
  • Kebanyakan tokoh minor atau tokoh pembantu merupakan tokoh datar.
  • Tokoh apartment jarang berubah atau tidak berubah sama sekali dalam cerita.
  • Berkembang hanya dari satu ide dan tidak berubah sampai cerita selesai.
  • Hanya memiliki satu kepribadian tertentu; bersifat flat, datar, steorotip, monoton dan hanya menampakan satu karakter.
  • Tindakan-tindakan dan perilaku tokoh datar mencerminkan satu karakter yang dimilikinya.
  • Mudah diklasifikasi dan dimengerti oleh pembaca.
  • Pengarang mengunakan tokoh-tokoh datar untuk memfokuskan pikiran pembaca ke karakter bulat.

Demikian pembahasan dari kami tentang

Jenis, Unsur Pementasan Hingga Pemeran

secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat sobat

binatangmu.com