Contoh Jawaban Gugatan Wanprestasi

(iStock)

Oleh:


Mahmud Kusuma, S.H., M.H.


Tiga Teknik Menjawab Gugatan

Secara struktur tulisan, dalam sebuah jawaban atas gugatan perbicaraan adalah anti tesis dari surat dakwaan perdata. Sejajar juga dengan struktur tulisan kerumahtanggaan surat gugatan, isinya ya
posita
dan
petitum
juga. Akan tetapi perlu diperhatikan, terdapat perbedaan sekali lagi dalam sebuah struktur sahifah jawaban atas pengaduan perdata, terutama adalah dalam surat jawaban atas aduan perdata dimungkinkan bagi Tergugat alias Ikut Tergugat untuk mengajukan tangkisan atau eksepsi dalam surat Jawabannya, serta dimungkinkan pula lakukan mengajukan gugatan balik maupun
rekonvensi. Soal panjang atau pendeknya dokumen jawaban merupakan relatif, sangat tersampir dari kritikan yang akan dijawab serta materi yang menjadi persoalan dalam sebuah perkara.

Internal membuat surat jawaban gugatan perdata, berikut akan carik uraikan bersendikan asam garam penulis sebagai advokat praktik. Cara ini adalah hasil pengalaman penulis sepanjang berkecimpung dalam profesi advokat. Karuan namun pengalaman notulis ini boleh dibandingkan dengan literatur yang cak semau, ataupun pengalaman-pengalaman enggak semenjak para pembaca yang budiman. Panitera sudah turut merasakan bahwa pengalaman (“jam praktik”) adalah guru terbaik yang tidak boleh dibeli dengan uang jasa.



Pertama
,
yaitu teknik membuat jawaban dengan menjawab kejadian-hal pokok berasal aduan oponen. Biasanya teknik ini digunakan maka itu pemula yang tingkat ketelitiannya perlu ditingkatkan, atau oleh orang nan publik hukum hanya memaksa bagi berpraktik karena dirundung keadaan tertentu seperti keterpaksaan karena kondisi ekonomi. Keunggulan teknik ini menurut penulis tidak ada, karena jawaban akan rentan mempunyai kisi. Kelemahannya adalah akan berlebih banyak ruji-ruji yang mungkin tercipta.



Kedua
,
adalah teknik membuat jawaban dengan mengetik kembali point tuduhan lawan dan menjawabnya satu persatu tanpa ada yang terlewatkan. Teknik ini umumnya digunakan oleh orang-orang nan sangat teliti dan tidak ingin melewatkan satu point pun bermula Gugatan lawannya. Teknik ini seringkali dengan pendirian menulis pula point gugatan lawannya, dan jawaban atas sangkaan lawannya ada persis di bawahnya, dalam kasus tertentu jawaban ini taksir menjorok ke samping dengan membentuk paragraf tersendiri. Keunggulan teknik ini adalah akurasi nan maksimal. Adapun kelemahannya adalah sama sekali terjadi tubian atas jawaban yang telah diutarakan sebelumnya diutarakan kembali setelahnya.



Ketiga
,
ialah teknik membuat jawaban dengan merujuk pada point-point tuduhan lawan dan menerimakan jawaban. Teknik ini memungkinkan menjawab sangkaan bandingan dengan efisiensi dan efektifitas yang lebih baik dari teknik kedua. Contoh
riil-nya adalah dengan mandu merujuk pada gugatan bandingan pada biji tertentu dan paragraf tertentu kemudian memberikan jawabannya. Meskipun demikian, selama penulis menunggangi teknik ini terdapat kelemahannya juga karena sesekali terdapat acuan kecaman lawan yang tidak memakai poin dan skema penulisan nan rapih, selain itu bagi sebagian yang lain dikarenakan jawaban kita merujuk lega kode tulisan gugatan dagi yang tertentu (misalnya paragraf 1 dan seterusnya), menjadikan tugas mengaji jawaban haruslah disandingkan juga pada dokumen sidang yang lain (Dakwaan lawan), kadang tembusan setiap sidang sudah lalu keteter atau enggak
build in
sehingga patut merepotkan.

Bagaimana sidang pembaca, teknik mana yang akan anda gunakan?


Konseptual Sertifikat Jawaban Gugatan Perdata

Contoh-transendental piagam jawaban gugatan pengadilan cukup banyak di literatur aktual buku maupun artikel-artikel di dunia lelembut, bahkan pertinggal-sertifikat nan dapat diunduh dari berbagai situs internet. Jika kita menggunakan mesin pelacak google, ia mempunyai algoritmanya khas internal mengidas mata air-mata air yang relevan, sahaja sidang pembaca yang budiman dapat memilih sesuai relevansi dan kebutuhannya masing-masing. Di bawah ini penyadur pilihkan keseleo suatu contoh yang cukup baik sebagai berikut:[1]


Jawaban Tergugat  IV

Kepada Yth.:

Ibu Ketua Majelis Wasit Perkara

Perdata No.14/Pdt.G/2010/PN. SGT.

Di –

Pengadilan Daerah Sengeti


Dengan puja,

Yang bertanda tangan di dasar ini: ANDI GUNAWAN, S.H., Advokat/Penasehat Hukum plong Kantor Susuk Sambung tangan Hukum dan Keadilan (LBHK) beralamat di Jl. Ir. H. Juanda, Lr. Anda No. 22 RT: 25 RW: 08, Cagak III Sipin, Kota Jambi. Kode Pos 36126, Telp. 0741-61452.

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama mewakili keefektifan Pemberi Kuasa terbit ST. ZAHAR AZIZ  selaku Tergugat IV berdasarkan Surat kuasa Khusus tanggal 20 Desember 2010.

Dengan ini perkenankanlah Kami selaku Kuasa Hukum pecah Tergugat IV mengajukan Jawaban dan gugatan Rekonvensi atas Kritikan  Para Penggugat tertanggal 9 Desember 2010, sebagai berikut:


DALAM EKSEPSI

1. Bahwa Tergugat  IV menolak seluruh dalil-dalil yang diajukan oleh Para Penggugat, kecuali yang diakui dan dinyatakan secara tegas dalam Jawaban ini;

2. Bahwa dalil Gugatan Para penggugat mengalami tekor pihak, dimana dalam gugatan para Penggugat tidak mengikut sertakan Pandai Waris semenjak Alm. H. Usman Hamid Cs. selaku Pemilik asal hak atas tanah Salinan Peruntungan Milik No.: 309 Tahun 1990 dan sekali lagi tak mengikut sertakan Camat Jambi Luar Kota selaku Pejabat Penghasil Akta Tanah, karena Tergugat IV didalam memperoleh sebidang tanah beralaskan dokumen Hak Milik No.: 309 Tahun 1990 berlandaskan Pertinggal Komersial No.: 351/JLK/1990 tertanggal 22 Juni 1990 yang dikeluarkan oleh Pengarah nan berkuasa. Dengan tidak diikut sertakan pihak-pihak tersebut, secara hukum gugatan yang diajukan Para Penggugat mengalami kurang pihak.

3. Bahwa dalil gugatan Para Penggugat mengalami kekaburan (obscuur libel), hal mana terlihat dari:

a. Bahwa apa yang diuraikan dalam dalil kecaman Para Penggugat tentanng Letak alamat  tanah yang disengketakan yakni bukan jelas dan cuaca, karena tidak menamakan secara tegas dimana lokasi yang sebenarnya objek persil  sengketa tersebut berada. Sedangkan tanah hoki Tergugat IV dahulunya terwalak di RT. 15 Kelurahan Pal Merah, Kec. Jambi Kidul , kemudian terjadi perlintasan area termasuk kedalam Wilayah Desa Kebun IX Kec. Mestong Kabupaten Muaro Jambi, dan sekarang telah berubah lagi dan termasuk kedalam wilayah RT. 05  Desa Mekar Jaya Kec. Bengawan Gelam Kabupaten Muaro Jambi;

b. Bahwa Para Penggugat telah  keliru didalam mengklarifikasi status kepemilikan properti atas tanah yang dimiliki oleh Tergugat IV, karena Tergugat IV tidak pula memiliki Hak Atas Tanah berlandaskan Pertinggal Hak Properti Nomor 309 Musim 1990, melainkan memiliki nasib baik atas beralaskan Kopi Hak Milik Nomor 3216  Tahun 2008  seluas ± 12.918 M2 dan Nomor 3217 Tahun 2008 seluas ± 8017 M2 di atas lahan objek yang disengketakan , semacam itu juga takat – takat yang dimiliki oleh Tergugat IV tak sesuai apa nan diuraikan dalam dalil aduan penggugat;

4. Bahwa geta hukum Para Penggugat selaku  pihak dalam hal mengajukan aduan terhadap  Tergugat IV adalah bukan halal dan tidak mempunyai asal syariat terkadang, hal mana dikarenakan objek persil nan dimiliki oleh Tergugat IV berlandaskan Sertifikat Hak Milik No.: 3216 Tahun 2008 dan No.: 3217 Tahun 2008 diperoleh dari Alm. H Usman Abdul Hamid Cs. berdasarkan sertifikat 309 Tahun 1990, tanah mana termasuk privat target perkara dalam Perkara Meja hijau No.: 05/Pdt.G/1990/PN.M.BLN.
Jo.
No.: 16/Pdt/1993/ PT.JBI
Jo. No.: 840 K/Pdt./1994  yang telah diajukan Peninjauan Kembali (PK) internal perkara No.: 191 PK/Pdt./1999 terhadap perkara mana dimenangkan makanya Alm. H. Usman Abdul Hamid Cs. Dan perkara tersebut mutakadim n kepunyaan kemujaraban syariat Pasti. Untuk itu sudah lalu moga secara hukum Gugatan Para Penggugat  ditolak atau tidak dapat diterima;

5. Bahwa bila dilihat terbit Posita gugatan yang diajukan oleh Para Penggugat tidak sesuai apa yang menjadi posita gugatannya, kerena tak ada relevansi kadang-kadang dengan perbuatan yang dilakukan makanya Tergugat IV. Dimana internal jabaran Posita tak tertumbuk pandangan sesekali adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh  Tergugat  IV. Dan justru apa yang telah dilakukan maka itu Tergugat IV n domestik keadaan punya kapling tersebut  telah sesuai dengan prosedur dan aturan syariat yang berlaku. Dengan tidak menggambarkan secara jelas bentuk polah mengganjar syariat yang dilakukan Tergugat IV. Maka sudah lalu seyogiannya secara syariat fitnahan Para Penggugat boleh ditolak alias tidak boleh diterima;

Baca :   Cara Membuat Tas Selempang Dari Kardus

Seterusnya mohon kepada Majelis Hakim yang menginterogasi dan memejahijaukan perkara ini kerjakan dapat memutus internal putusan dengan Amar seumpama berikut:

– Mengakui Eksepsi Tergugat bagi seluruhnya;

– Menyatakan  Gugatan Penggugat dapat ditolak atau bukan dapat dituruti;

– Menghukum  Para  Penggugat  untuk membayar semua biaya yang timbul akibat perkara ini.


Dalam KONVENSI

1. Bahwa apa nan telah dikemukakan intern Eksepsi juga dimasukkan dalam Konvensi ini, sebagai satu kesatuan yang lain terpisahkan;

2. Bahwa plong prinsipnya Tergugat  IV menyangkal dan  memurukkan dalil-dalil Pengaduan yang diajukan Penggugat, kecuali yang diakui secara tegas internal Jawaban ini;

3. Bahwa segala apa yang dikemukakan Para Penggugat pada point 2 dalil gugatanya, lega dasarnya Tergugat IV tidak pernah mengetahui mengenai adanya Arsip Nasib baik Milik No.: 751 Tahun 1981 atas label Junaidi Milik Para Tergugat. Karena Tergugat didalam memperoleh atau n kepunyaan tanah objek yang disengketakan diperoleh dari Alm. H. Usman Abdul Hamid Cs. Yang telah diterbitkan Pertinggal Milik Peruntungan No. 309 Tahun 1990 seluas ± 37.595 M2 atas nama Alm. H. Usman Abdul Hamid Cs. didasarkan kepada Akta Dagang No.: 351/JLK/1990 tertanggal 22 Juni 1990 yang dikeluarkan maka itu Camat Jambi Asing Kota selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah yang berwenang. Sepanjang dalam proses balik nama dan  pengukuran tanah dilapangan atas sertifikat Kepunyaan Milik No.: 309 Hari 1990 makanya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batang hari tidak ada pihak-pihak yang menyanggah ataupun keberatan atas terbitnya Sertifikat  Hak Milik No. 309 Musim 1990 Milik Alm. Usman Abdul Hamid Cs. pada saat itu. Disamping itu juga terhadap tanah yang dimiliki Alm. H. Usman Abdul Hamid Cs. berdasarkan Akta Hak milik 309 Tahun 1990 adalah ialah riuk satu sebagaian lahan miliknya nan telah dikuasainya terlebih dahulu yang telah diterbitkan tindasan  dari Lahan miliknya seluas ± 80 Ha. (delapan desimal Hektar) yang diikut sertakan intern mempertahankan tanah miliknya, dengan mengajukan gugatan Pekara Perdata No.: 05/Pdt.G/1990/PN.M.BLN di Pengadilan Provinsi Bulian, yang telah dilakukan upaya Hukum Banding Perkara No.:16/Pdt./1993/ PT. JBI, Kasasi No.: 840 K/Pdt./1994 dan Peninjauan Sekali lagi (PK) No.: 191 PK/Pdt./1999. perkara tersebut semuanya dimenangkan oleh Alm. H. Abdul Hamid Cs. dan telah punya fungsi hukum pasti. Atas dasar mana secara syariat tertumbuk pandangan keberadaan sertifikat Hoki Milik No.: 751 Perian 1981 milik Para Penggugat tak bernas diatas tanah Milik Tergugat IV. Kerjakan itu sudah semoga secara syariat fitnahan Penggugat dapat ditolak;

4. Bahwa apa yang didalilkan  maka dari itu Para Penggugat pada point 3 yaitu enggak bersandar dan berdalil hukum kadang kala, hal mana dikarenakan keberadaan Piagam Hak Kepunyaan  No.: 751 Tahun 1981 properti Para Tergugat  patut dipertanyakan keabsahannya? Apakah memang benar dikeluarkan oleh instansi terkait, karena bila dilihat secara syariat asal sertifikat No.: 751 Tahun 1981 didasarkan kepada Gambar Tanah nan bukan dibuat oleh instansi terkait dan sekali lagi dasar masukan haknya tidak jelas. Disamping itu juga letak objek tanahnya tidak dijelas dan terang dimana letak posisi tanah yang senyatanya,  Para Penggugagat dalam  hal menempatkan lokasi tanahnya sekadar didasarkan hasil berpokok apa yang dilakukan oleh Saudara Chandra Cerah dan  mahajana menunggangi RT. 33 Kelurahan Lingkar selatan Kec. Jambi Selatan. Situasi mana sangat farik dengan status lokasi kepemilikan persil Hak hoki Tergugat IV. secara syariat jelas berdasarkan Vonis Perbicaraan dalam perkara No.: 05/Pdt.G/1990/PN.M.BLN nan mutakadim memiliki kekuatan syariat karuan, objek tanah yang disengketakan dahulunya termuat dalam area RT.15 Kel. Pal Merah Kec. Jambi Selatan, kemudian terjadi transisi sehingga masuk kedalam provinsi  Desa Kebun IX Kec. Mestong Kabupaten Muaro Jambi, dan sekarang telah berubah pula menjadi RT.05 Desa Mekar Jaya, Kec. Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Berdasarkan fakta hukum tersebut, jelas tampak kerelaan sertifikat No.751 Tahun 1981 tak tumpang tindih dan tidak bernas di atas tanah hak Tergugat IV nan telah diterbitkan sertifikat Kepunyaan Milik No.: 3216 dan 3217. Oleh hasilnya patut beralasan hukum sangkaan Para Penggugat Layak untuk ditolak;

5. Bahwa pada point 4 dan 5 dalil tudingan Para Penggugat adalah  tidak ter-hormat dan beralasan hukum setinggi sekali. Karena tanah alamat sengketa dahulunya adalah tegal karet milik Alm. Usman Abdul Hamid Cs. yang sebahagian tanahnya telah diterbitkan sertifikat termasuk salah suatu akta 309 Tahun 1990 yang kemudian dijual kepada Tergugat IV. Lega waktu itu tidak suka-suka sama sekali alm. Junaidi ataupun Para Penggugat  mengamini itu petak miliknya. Dan baru pada bulan Maret 2002 Alm. Junaidi sudah berbuat pengrusakan di Tanah Milik Tergugat IV, perbuatan Alm. Junaidi tersebut dilaporkan kekepolisian dan disidangkan di Pidana Negeri Muara Bulian dalam Perkara Pidana No.: 123/Pid.B/2003/PN. MBLN, sejak kejadian itu Alm. Junaidi sampai meninggal mayapada tidak berani pula mengganggu Tanah Peruntungan Tergugat IV, dan ternyata kemudian plong bulan Januari 2007 telah didoser lagi oleh Tembuni Kim Lay (Edi Gunawan), atas ragam tersebut Tergugat IV Menemui Saudara Kim Lay memberitahukan cak bagi menghentikan segala kegiatan diatas tanah tersebut. Kejadian mana tidak ditanggapi oleh Sdr. Kim Lay dan menyatakan dia telah beli kapling tersebut berasal Penggugat Imar binti Abdulah (Istri Alm. Junaidi). Atas peristiwa mana Tergugat IV membuat butir-butir Pengaduan di Kepolisian di Polres Murao Jambi dengan No.: Jajak pendapat. LP/B-02/I/2009/SPK tertanggal 7 Januari 2009, Proses perkara mana sudah  P.21 bagi dilimpahkan Kejaksaan, ternyata belum boleh dilimpahkan tersekat karena Sdr. Kim Lay (Edi Gunawan) tidak mau menyerahkan  Sertifikat Kudus No.: 751 Tahun 1981 untuk disita misal barang bukti, setakat sampai saat sekarang Sdr. Kim Lay susah bagi ditemui, jadi adalah tidak benar kalau Para Penggugat telah mengelola tanah tersebut dan membangun kondominium dan pagar. Namun entah kenapa akhirnya Para Penggugat mengajukan Gugatan Perkara  Perdata ini. Secara syariat Tergugat IV masih taat mengamankan tanah miliknya  berdasarkan piagam Peruntungan Nasib baik No.: 3216 dan 3217 Tahun 2008.

6. Bahwa dalil gugatan Para Penggugat Puas Poin 6, 7 dan 8 terlalu dini mengatakan Sertifikatnya bertumpukan dengan arsip milik Tergugat IV. Lega prinsipnya Tergugat IV tidak gayutan mengakui keberadaan adanya sertifikat eigendom Milik No.: 751 Tahun 1981 milik Para Penggugat tersebut. karena beralaskan hasil pemeriksaan dikepolisian dan juga berdasarkan hasil pengawasan nan dilakukan oleh Pihak Tergugat VI (BPN Muaro Jambi) sebagai halnya surat Ketua Kantor Pertanahan. Kabupaten Muaro Jambi Tertanggal 26 Agustus 2009 dan tertanggal 17 Nopember 2009 yang menjelaskan risikonya sebagai berikut:


Data Lapangan (Objek) SHM No.: 751.

–  Bahwa SHM No.: 751/Pal Merah tanggal 03-12-1981 berikut pecahannya belum tergambar/belum terploting lega atlas pendaftaran yang cak semau di Kantor Pertanahan Kabupaten Muaro Jambi.

–  Pemegang sertifikat SHM No.: 751 (Pal Abang) menunjuk lokasi di Desa Ladang Sembilan nan sudah lalu punya piagam SHM No.: 309.

– Terhadap tindasan SHM No.: 309 telah mempunyai kekuatan hukum (Azas Delimitasi Kontradiktur) yang bisa ditunjukan kebenarannya di tanah lapang.

–  Data partisan SHM No.: 309 :

Baca :   Pasar Burung Merpati Terdekat

a.  Surat Tugas Pengukuran Nomor : 127/SP-P/2007 tanggal 26 Januari 2007.

b. Peta hasil Rekontruksi Pengukuran SHM No.: 309 Desa Kebun  Sembilan atas nama Zakar Aziz.

c. Dokumen Pengetahuan Pendaftaran tanah (SKPT) No.: 1005/SKPT/2001 rontok 6 November 2001.

Berdasarkan fakta tersebut, jelas tampak keberadaan Dokumen SHM No.: 751 Musim 1981 berikut pecahannya tidak tergambar dan terjadwal lega Biro Petanahan Kabupaten Muaro Jambi. Dengan demikian secara syariat keberadaan tindasan SHM No.: 751 Tahun 1981 berikut Pecahanya tak tumpang tindih dengan SHM No.: 309 Tahun 1990  milik Tergugat IV. Oleh risikonya mutakadim semoga secara hukum  gugatan Para Penggugat patut untuk ditolak;

7. Bahwa tidak beralasan hukum bagi Para Penggugat untuk meminta diletakkan Sita Tempah atas lahan objek yang disengketakan. Karena petak bulan-bulanan yang disengketakan adalah bukan Hak milik para Penggugat, melainkan milik Tegugat IV berdasarkan bukti kepemilkan Eigendom atas tanah sertifikat No.: 3216 dan 3217 Perian 2008. lakukan itu sudah lalu sepatutnya secara hukum permohonan sita mana patut buat ditolak;

8. Bahwa  untuk  dalil-dalil pengaduan nan selebihnya yang tidak ditanggapi, sreg prinsipnya Tergugat IV tetap menolaknya;

9. Bahwa oleh karena dalil-dalil sangkaan Para Penggugat  tak didukung oleh bukti-bukti yang kuat, maka sangatlah memadai dan beralasan syariat cak bagi menolak atau tidak dapat diterima Kritikan yang diajukan oleh Para Penggugat;


DALAM REKONVENSI

1. Bahwa segala nan sudah dikemukakan dalam Konvensi juga dimasukkan privat Rekonvensi ini, sebagai satu keesaan yang tidak terpisahkan;

2. Bahwa Penggugat Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi ada punya 2 bidang tanah berlandaskan seretifikat Milik Milik No.: 3216 Tahun 2008 seluas ± 12.918 M2 dan No.: 3217 waktu 2008 seluas ± 8017 M2  yang berlokasi di RT.05 Desa Mekar Jaya  Kec. Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi dengan sempadan-had sebagai berikut:

Sertifikat Hak kepunyaan No.: 3216 Musim 2008 dengan had-batas ibarat berikut:

a.   Utara berbatasan dengan         :       St. Zaher Aziz.

b.   Selatan berbatasan dengan      :        St. Zaher Aziz.

c.   Barat berbatasan dengan         :        Alm. Usman Abdul Hamid.

d.   Timur berbatasan dengan        :        Jln. Kurung selatan.

Sertifikat Nasib baik Milik No.: 3217 Tahun 2008 dengan batas-batas sebagai berikut:

a.   Lor berbatasan dengan        :       St. Zaher Aziz.

b.  Selatan berbatasan dengan      :        Hendrik JK.

c.  Barat berbatasan dengan         :        Alm. Usman Abdul Hamid.

d.  Timur berbatasan dengan        :        Jln. Lingkung Kidul.

3. Bahwa Penggugat Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi memperoleh hak atas lahan tersebut berdasarkan jual-beli dengan Almarhum  H. Usman Abdul Hamid Cs. yang sudah lalu memiliki sertifikat hak properti Nasib baik No.: 309 Tahun 1990 proses dagang mana berdasarkan Akta Jual Beli No.: 351/JLK/1990 tertanggal 22 Juni 1990, yang dilakukan dihadapan Camat Jambi Luar Ii kabupaten selaku Ketua Penyusun Manuskrip Persil, terhadap jual-beli mana telah dilakukan proses serong nama. Adapun petak milik Almarhum H. Usman Abdul Hamid Cs yang telah diterbitkan sertifikat No.: 309 Tahun 1990 adalah ialah tanah mangsa perkara dalam Pekara Perdata No.: 05/Pdt.G/1990/PN.M.BLN di Pengadilan Distrik Bulian, nan telah dilakukan upaya Syariat Banding Perkara No.:16/Pdt/1993/PT.JBI, Kasasi No.: 840 K/Pdt./1994 dan Peninjauan Lagi (PK) No.: 191 PK/ Pdt./1999. Tanah tersebut ialah  merupakan salah satu sebagian persil yang dikuasainya apalagi dahulu yang sudah diterbitkan piagam yang diikut sertakan privat gugatan perkara tersebut. tentang hasil keputusan perkara tersebut semuanya dimenangkan oleh Alm. H. Abdul Hamid Cs. dan mutakadim punya kekuatan syariat pasti;

4. Bahwa sejak pembelian  berpunca periode 1990 Penggugat Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi IV sudah mencampuri dan mengelola tanah tersebut serta melakukan pemagaran dengan benang tembaga berduri dan meletakkan seorang penjaga kebun. Pada saat itu  enggak pernah terserah gangguan dari siapapun juga.  Dan baru plong bulan Maret 2002 Alm. Junaidi  (Junjungan Imar Tergugat Rekonvensi) mutakadim melakukan pengerusakan di Tanah Kepunyaan Penggugat Rekonvensi, polah Alm. Junaidi tersebut dilaporkan kekepolisian dan disidangkan di Mahkamah Kawasan Muara Bulian dalam Perkara Majelis hukum No.: 123/Pid. B/2003/PN. MBLN, sejak kejadian itu Alm. Junaidi hingga meninggal manjapada tidak berani sekali lagi mengganggu Persil Hoki Penggugat Rekonvensi. Selama tidak suka-suka gangguan lagi diatas petak tersebut, Penggugat Rekonvensi talah berbuat  jual-beli atas tanah piagam No.: 309 Masa 1990 sehingga terjadi pemecahan sertifikat No.: 309 Tahun 1990  menjadi 3 (tiga) bidang petak nan masing-masing bersertifikat Nasib baik Milik Nomor: 3215, 3216, 3217, Tahun 2008;

5. Bahwa yunior kemudian sreg rembulan Januari 2007 tanah milik Penggugat Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi  di ratakan dengan mengunakan alat berat  Doser  oleh Saudara Kim Lay (Edi Gunawan), atas perbuatan tersebut Tergugat IV Pergok Tali pusar Kim Lay dan memberitahukan cak bagi menghentikan segala kegiatan di atas tanah tersebut. Pemberitahuan dan peringatan mana tak ditanggapi maka itu Sdr. Kim Lay dan menyatakan sira telah beli tanah tersebut bersumber Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi Imar binti Abdulah (Istri Alm. Junaidi), atas kejadian mana Penggugat Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi  membuat laporan Kecaman di Kepolisian di Polres Murao Jambi dengan No.: Angket. LP/B-02/I/2009/SPK tertanggal 7 Januari 2009, Proses perkara mana telah P.21 untuk dilimpahkan Kejaksaan, ternyata belum dapat dilimpahkan  terhalang karena Sdr. Kim Lay (Edi Gunawan) bukan cak hendak memberikan Sahifah Asli No.: 751 Musim 1981 untuk disita bak barang bukti, sampai sebatas saat waktu ini Sdr. Kim Lay berat bakal ditemui;

6. Bahwa terhadap tindakan dan perbuatan yang dilakukan maka itu Para Tergugat Rekonvensi/Para Penggugat Konvensi yang telah lego dan atau menyuruh khalayak lain memecahkan tanah milik Penggugat Rekonvensi yang termasuk sebagian privat Sertifikat Properti Milik No.: 3216 seluas ± 5000 M2  dan seluruhnya yang tertulis dalam surat Eigendom Kepunyaan No.: 3217 seluas ± 8017 M2, dengan cara mendirikan Kondominium dan membangun pagar beton yang didasarkan kepada Manuskrip Milik Hoki No.: 751 Tahun 1981 atas nama Alm. Junaidi  adalah adalah perbuatan mengembari syariat. Karena secara hukum keberadaan tembusan No.: 751 Tahun 1981 tidak berbenda diatas persil nasib baik Penggugat Rekonvensi dan tidak tumpah tindih dengan penerbitan Sertifikat  Hak Properti No.: 3216 dan 3217 Tahun 2008 Milik Penggugat Rekonvensi/ Tergugat IV Konvensi;

7. Bahwa berdasarkan Hasil penapisan yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian Polres Muaro Jambi berlandaskan Laporan Penjaga keamanan No.: LP/B-02/I/2009/SPK tertanggal 7 Januari 2009, serta berlandaskan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Pihak Tergugat VI (BPN Muaro Jambi) sebagaimana surat Kepala Kantor Pertanahan. Kabupaten Muaro Jambi Tertanggal 26 Agustus 2009 dan tertanggal 17 Nopember 2009 perihal  rakitan Lokasi Administrasi SHM No.: 751 Tahun 1981 nan menjelaskan jadinya sebagai berikut:


Data Alun-alun ( Bahan ) SHM No.: 751.

– Bahwa SHM No.: 751/Pal Ahmar rontok 03-12-1981 berikut pecahannya belum tergambar/belum terploting pada peta pendataan yang suka-suka di Kantor Pertanahan Kabupaten Muaro Jambi.

– Pemegang sertifikat SHM No.: 751 (Pal Ahmar) menunjuk lokasi di Desa Tegal Sembilan yang telah mempunyai surat SHM No.: 309.

– Terhadap sertifikat SHM No.: 309 telah mempunyai kekuatan hukum (Azas Delimitasi Kontradiktur) yang dapat ditunjukan kebenarannya dilapangan.

– Data pendukung SHM No.: 309:

a. Kopi Tugas Pengukurab No.: 127/SP-P/2007 tanggal 26 Januari 2007.

Baca :   Model Baju Brokat Untuk Orang Tua

b. Atlas hasil Rekontruksi Pengukuran SHM No.: 309 Desa Ladang  Sembilan atas cap Zakar Aziz.

c. Surat Maklumat Pendataan petak (SKPT) No.: 1005/SKPT/2001 tanggal 6 Nopember 2001.

Berdasarkan fakta tersebut, jelas terlihat keberadaan Sahifah SHM No.: 751 Tahun 1981 berikut pecahannya tak tergambar dan tertera pada Kantor Petanahan Kabupaten Muaro Jambi. Dengan demikian secara syariat kesanggupan sertifikat SHM No.: 751 Waktu 1981 berikut dengan Pecahanya SHM No.: 752 Perian 1981, SHM No.: 899 Tahun 1982 dan SHM No.: 901 Tahun 1982, tidak bertindihan dengan SHM No.: 309 Musim 1990 yang saat ini telah dipecah menjadi SHM No.: 3215, 3216 dan 3217 Tahun 2002 milik Tergugat IV. Maka itu karenanya sudah lalu sepatutnya secara hukum Sertifikat Hak Milik No.: 751 Tahun 1981 atas nama Junaidi Eigendom Para Tergugat Rekonvensi lain memiliki fungsi hukum;

8. Bahwa maka dari itu karena dasar kepemilikan surat Hak Milik Para Tergugat Rekonvensi SHM. No.: 751 Hari 1981 tidak tergambar dan terdaftar di Dinas Raga Petanahan Muaro Jambi (Tergugat VI Konvensi), maka terhadap tindakan dan kelakuan Para Tergugat Rekonvensi nan telah menjual dan menyuruh mengusai kapling hoki Penggugat Rekonvensi tidak berdasar sewaktu-waktu. Oleh karena itu sudah sepatut secara hukum dapat dinyatakan maupun diperintahkan kepada Para Tergugat Rekonvensi dan atau khalayak enggak yang perolehannya dari Para Tergugat Rekonvensi untuk segera mengosongkan dan membongkar bangunan rumah dan pagar yang ada diatas lahan Properti Penggugat Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi  berdasarkan sertifikat Hak milik No.: 3216 dan 3217 Musim 2008 untuk diserahkan kepada Penggugat Rekonvensi secara sukarela tanpa suatu beban apapun juga;

9. Bahwa untuk menjamin mudah-mudahan tuduhan Penggugat Rekonvensi tidak batil dikemudian hari, nan dikhawatirkan akan dialihkan alias dipindah tangan kepada makhluk lain, maka sudah sepatutnya secara hukum dimohonkan kepada Ibu/Kiai Majelis Penengah nan memeriksa perkara ini dapat meletakkan sita uang kancing (Conservatoir Beslag) atas tanah alamat yang disengketakan:

10. Bahwa kerjakan kendati Para Tergugat Rekonvensi tidak ingkar di n domestik melaksanakan isi putusan ini, maka sudah sepatutnya apabila Tergugat lalai di n domestik menjalankan isi putusan ini, dapat dihukum menggaji uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 1.000.000,- (Suatu juta Rupiah) setiap harinya.

11. Bahwa maka itu karena Gugatan Rekonvensi yang diajukan oleh Penggugat Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi didukung bukti-bukti dan dasar hukum yang jelas, maka sudah sepatutnya putusan dalam perkara ini bisa dijalankan terlebih dahulu (uit voorbaar bij vooraad) walaupun ada
verzet, banding dan kasasi.

Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan Tergugat IV Konvensi serta sangkaan Penggugat Rekonvensi  di atas,  selanjutnya  mohon kepada Ibu/Bapak Majelis Hakim yang menginvestigasi dan mengadili perkara ini, berkenan memutus perkara dengan amar sebagai berikut:


Internal KONVENSI:

– Menyatakan  menolak Gugatan Para Penggugat seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan Kecaman tidak dapat masin lidah;

– Menghukum Para Penggugat bagi menggaji barang apa biaya yang ditimbulkan n domestik Perkara ini;


DALAM REKONVENSI:

1. Menerima dan mengabulkan fitnahan Rekonvensi Penggugat Rekonvensi/Terguigat IV Konvensi  seluruhnya;

2. Menyatakan Pengugat Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi selaku pemilik yang sah  atas 2 (dua) bidang berdasarkan pertinggal Nasib baik nasib baik ialah :

Pertinggal Eigendom properti No.: 3216 Perian 2008  seluas ± 12918 M2 dengan batas-batas bagaikan berikut:

a.   Lor berbatasan dengan       :  St. Zaher Aziz.

b.   Selatan berbatasan dengan    :  St. Zaher Aziz.

c.   Barat berbatasan dengan       :  Alm. Usman Abdul Hamid.

d.   Timur berbatasan dengan      :  Jln. Lingkung selatan.

Sertifikat Properti Milik No.: 3217 Hari 2008 seluas ± 8017 M2  dengan batas-senggat sebagai berikut:

a.   Utara berbatasan dengan       :   St. Zaher Aziz.

b.   Selatan berbatasan dengan    :   Hendrik JK.

c.   Barat berbatasan dengan       :    Alm. Usman Abdul Hamid.

d.   Timur berbatasan dengan      :   Jln. Kurung Selatan.

3. Menyatakan Sertifikat Hak Hoki No.: 3216 Periode 2008  dan No.: 3217 Tahun 2008 milik Penggugat Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi adalah konvensional dan berdaya hukum;

4. Menyatakan terhadap incaran tanah sengketa berdasarkan sertifikat Milik Milik No.: 309 Tahun 1990 atas nama St. Zaher Aziz seluas ± 37.595 M2 berikut pemecahannya No.: 3215, 3216 dan 3217 Tahun 2008 atas jenama St. Zaher Aziz yakni merupakan kapling Peruntungan Milik Alm. H. Usman Hamid Cs. yang termaktub dalam alamat Perkara dalam Perkara Majelis hukum No.: 05/Pdt.G/1990/PN.M.BLN di Perdata Distrik Bulian, yang sudah lalu dilakukan upaya Syariat Banding Perkara No.: 16/Pdt/1993/PT.JBI, Kasasi  No.: 840 K/Pdt./1994 dan Peninjauan Pun (PK) No.: 191 PK/Pdt./1999, yang telah mempunyai kekuatan Syariat Karuan;

5. Menyatakan terhadap perbuatan Para Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi yang telah mengendalikan lahan tanah peruntungan Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi IV didasarkan kepada Sertifikat Kepunyaan Milik No. 751 Periode 1981 adalah enggak benar dan merupakan perbuatan perbuatan melawan hukum;

6. Menyatakan Sahifah hoki Hoki No.: 751 Perian 1981 atas nama Junaidi milik Para Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi berikut dengan pemecahanya SHM. No.: 752 Tahun 1981, SHM. No.: 899 Waktu 1982 dan SHM. No.: 901 Tahun 1982 tidak memiliki manfaat hukum dan enggak bertumpukan dengan keberadaan Dokumen Properti Hak No.: 309 Tahun 1990 nan waktu ini telah dipecah menjadi Tindasan Peruntungan Milik No.: 3216 Tahun 2008 dan No.: 3217 Tahun 2008 milik Penggugat Rekonvensi;

7. Menghukum Para Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi  dan siapapun yang mendapat milik semenjak padanya, cak bagi buru-buru mengosong/meninggalkan serta membongkar bangunan rumah dan gerogol yang berbenda diatas kapling alamat sengketa;

8. Memerintahkan kepada Para Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi dan siapapun nan mendapat peruntungan semenjak padanya atas persil incaran perkara yang dikuasainya,  termasuk sebagian kapling korban perkara ke intern Sertifikat Hak Milik No.: 3216 seluas ± 5000 M2  dan seluruh objek tanah perkara yang termasuk internal sertifikat Peruntungan Milik No.: 3217 seluas ± 8017 M2, yang berlokasi di Desa Mekar Jaya Rt.05 Kec. Bengawan Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Lakukan diserahkan kepada Penggugat Rekonvensi tanpa suatu barang bawaan apapun juga;

9. Menyatakan legal dan berguna Sita Jaminan atas tanah bulan-bulanan yang disengketakan;

10. Menyatakan Putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun suka-suka upaya hukum Banding dan Kasasi;

11. Memutuskan hukum Para Tergugat Rekonvensi lakukan membayar uang lelah momentum (Dwangsom) sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Miliun Rupiah) setiap harinya apabila lalai internal melaksanakan isi Tetapan ini;

12. Menghukum Para Tergugat Rekonvensi untuk membayar semua biaya yang ketimbul dalam perkara ini;

Sekiranya Ibu/Kiai Majelis Penengah privat perkara ini berpendapat lain, mohon vonis yang seadil-adilnya.

Demikianlan Jawaban dan Kecaman Rekonvensi ini disampaikan, atas perhatian dan perkenannya diucapkan terima anugerah.

Jambi,  23 Pebruari   2011


Khidmat Kami,

Kuasa Syariat Tergugat IV Konvensi/Penggugat Rekonvensi.

Ttd.


A G, S.H.

_________________

Jika anda memerlukan ajuster bikin mengurus sengketa perdata nan perdua dihadapi, silahkan hubungi maktab hukum kami, kami akan senantiasa mendampingi anda.

*) Lakukan informasi lebih lanjut silahkan hubungi:

Mahmud Kusuma Advocate

Law Office

Tokopedia Care Tower, 17th Floor, Unit 2&5,

Outer West Ring Road, 101, Rawa Bicokok,

Cengkareng, Ii kabupaten Jakarta Barat,

Jakarta – Indonesia.

E-mail: [email protected]

_________________

Referensi:

1. “Jawaban Tergugat IV/ST. Zaher Azis“, Kantor Hukum Helmi Dan Rekan, 20 Oktober 2011, Diakses plong terlepas 15 November 2020, https://helmilaw.wordpress.com/2011/10/20/jawaban-tergugat-ivst-zaher-azis/

Contoh Jawaban Gugatan Wanprestasi

Source: https://www.hukumindo.com/2020/11/contoh-jawaban-gugatan-perdata.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *