Berikut Ini Merupakan Karakteristik Masyarakat Multikultural Kecuali

Berikut Ini Merupakan Karakteristik Masyarakat Multikultural Kecuali

Pernahkah Sobat Zenius mendengar kalau masyarakat Indonesia itu termasuk masyarakat multikulturalisme? Kira-kira, apa, sih pengertiannya? Nah, dalam artikel ini gue akan mengajak elo semua buat membahas arti multikulturalisme, jenis, ciri-ciri, hingga contohnya.

Menurut C.Due west. Watson pada bukunya yang berjudul


Multiculturalism


pada tahun 1998, masyarakat multikulturalisme adalah masyarakat suatu negara, daerah, wilayah, bahkan lokasi geografis seperti kota dan sekolah yang terdiri atas individu yang memiliki kebudayaan berbeda-beda dalam kesederajatan.

Mirip seperti masyarakat Indonesia, bukan?

Nah, sebagai masyarakat multikulturalisme kita tentunya perlu memahami dong maknanya itu seperti apa.

Penasaran seperti apa penjelasannya? Yuk, disimak baik-baik, ya!


Pengertian Kebudayaan dan Multikulturalisme

ilustrasi multikulturalisme
Ilustrasi perbedaan suku (Dok. Clay Banks via Unsplash)

Dari tadi kita mendengar istilah ini, tetapi sebenarnya apa itu multikulturalisme?

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Republic of indonesia), Multikulturalisme diartikan sebagai gejala pada individu atau suatu masyarakat (kelompok) yang ditandai dengan kebiasaan dalam menggunakan lebih dari satu kebudayaan.

Sedangkan, pengertian multikulturalisme menurut para ahli bisa elo lihat di bawah ini:

Definisi multikulturalisme
menurut Prof. Dr. Supardi Suparlan yaitu sebuah ideologi yang menjunjung tinggi adanya perbedaan budaya atau sebuah keyakinan yang mengakui dan mendorong terwujudnya pluralisme (keberagaman) budaya sebagai suatu corak kehidupan masyarakat.

Lalu, menurut Bhikhu Parekh, seorang akademisi dan ahli teori politisi, multikultural merupakan kesepakatan yang telah dibuat oleh masyarakat yang didasari oleh rasa kesatuan dengan mengesampingkan perbedaan seperti perbedaan agama, etnis, politik, budaya, dan perbedaan lainnya.

Sedangkan, menurut Azyumardi Azra, Multikultural adalah suatu paradigma hidup bermasyarakat yang didasari atas persatuan yang mengesampingkan perbedaan untuk mengantisipasi terjadinya konflik sosial lainnya melalui kerjasama.

Sehingga konsep multikulturalisme itu sendiri adalah suatu pandangan dunia yang kemudian diimplementasikan dalam kebijakan mengenai kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan tanpa memperdulikan perbedaan (diferensiasi) seperti perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa, dan agama.


Jenis-Jenis Multikulturalisme

Multikulturalisme sendiri dibagi menjadi 5 (lima), yaitu akomodatif, otonomis, interaktif atau kritikal, isolasionis, dan kosmopolitan.

Multikulturalisme Akomodatif

Multikulturalisme akomodatif merupakan salah satu jenis dimana masyarakat yang memiliki kultur dominan yang melakukan penyesuaian dan akomodasi tertentu terhadap kultur kaum minoritas seperti undang-undang, hukum, dan berbagai ketentuan yang dianggap sensitif secara kultural.

Dengan begitu, kaum minoritas diberikan kebebasan untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaannya, begitupun sebaliknya.

Multikulturalisme Otonomis

Berbeda dengan akomodatif, pada jenis otonomis masyarakat plural, yaitu masyarakat yang memiliki keberagaman seperti dari segi budaya, ras, dan etnis yang berusaha mewujudkan adanya kesetaraan (

equality

) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom (berdiri sendiri) dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima.

Fokus dari jenis ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hal yang sama dengan kelompok dominan, dimana adanya pertentangan terhadap kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.

Multikulturalisme Interaktif atau Kritikal

Multikulturalisme interaktif atau kritikal merupakan jenis  dimana masyarakat kultural tidak berfokus pada kehidupan otonom, namun lebih fokus pada membentuk penciptaan kolektif (kerjasama tanpa adanya hirarki)  yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif (membedakan antara satuan bahasa) mereka.

Multikulturalisme Isolasionis

Masyarakat dari berbagai kelompok kultural menjalan hidup secara otonom (berdiri sendiri) dan terlibat interaksi yang hanya minimal satu sama lain.

Multikulturalisme Kosmopolitan

Berusaha menghapus semua batas-batas kultural untuk menciptakan sebuah masyarakat dimana setiap individu tidak lagi terikat pada budaya tertentu dan sebaliknya secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan.

Baca Juga: Masalah dan Konflik Masyarakat Multikultural di Indonesia – Materi Sosiologi Kelas 11


Ciri Multikulturalisme

Ciri-ciri dari multikulturalisme adalah sebagai berikut ini:

  1. Mengalami segmentasi (pembagian) dalam kelompok-kelompok dengan sub kebudayaan yang berbeda.
  2. Mempunyai struktur sosial yang terbagi-bagi menjadi lembaga-lembaga non komplementer.
  3. Rendahnya konsensus (kesepakatan atau permufakatan bersama) di dalam anggota kelembagaan.
  4. Terbilang relatif sering terjadi konflik dan juga perdebatan.
  5. Adanya integrasi yang cenderung terjadi karena paksaan.
  6. Adanya dominasi politik pada suatu kelompok lain.


Faktor Terbentuk Masyarakat Multikultural di Indonesia

multikulturalisme
Ilustrasi kebudayaan Indonesia (Dok. inno kurnia via Pixabay)

Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya masyarakat multikultural di Indonesia.

Letak Wilayah Republic of indonesia

Dari artikel yang membahas mengenai Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia, kita udah pernah membahas mengenai letak wilayah Indonesia yang terletak pada 6° LU- eleven° LS dan 95° BT – 141° BT.

Sebagai negara kepulauan yang dikelilingi berbagai benua dan samudra seperti benua Australia, Asia, Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, kondisi tersebut membuat Republic of indonesia memiliki keragaman budaya.

Letak dan Keadaan Geografis Indonesia

Selain letak astronomis wilayah Indonesia, keadaan geografis Indonesia yaitu didominasi oleh laut dan memiliki dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, pantai dan sebagainya.

Hal itu
membuat setiap wilayah memiliki tradisi dan adat istiadatnya sendiri tiap masing-masing suku ataupun antara satu daerah dan daerah lainnya.

Perbedaan Kemampuan dan Perkembangan Setiap Wilayah

Setiap daerah atau wilayah memiliki kekayaan sumber daya alamnya masing-masing.

Akan tetapi, ada juga daerah yang justru kekurangan sumber daya alam, sehingga tentunya wilayah daerah atau wilayah yang kaya akan sumber daya alam akan lebih cepat mengalami kemajuan dan banyak penduduk yang akan berdatangan untuk mengeksplorasi kekayaan alam tersebut, dan menyebabkan terjadinya asimilasi kebudayaan.

Perbedaan Sikap dalam Menyerap Budaya Asing

Pada umumnya masyarakat modernistic lebih mudah dalam menyerap unsur budaya asing dibandingkan masyarakat tradisional.

Hal tersebut dipengaruhi oleh cara pikir masyarakat mod yang cenderung lebih maju sehingga masyarakat modern lebih cepat dalam menerima adanya perubahan.

Perbedaan Sistem Religi yang Dianut Masyarakat

Meskipun sama-sama percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, setiap kepercayaan atau agama memiliki ajaran-ajaran, tata cara ibadah yang berbeda. Di mana di Indonesia sendiri saat ini diakui vi agama yaitu Islam, Buddha, Hindu, Katolik, Kristen, dan Konghucu.

Asal-usul Masyarakat yang Berlainan

Anggota masyarakat dalam suatu wilayah tidak mungkin hanya terdiri dari sekelompok warga dari tempat asal yang sama aja, pasti ada beberapa anggota yang berasal dari berbagai wilayah yang berbeda yang memiliki kebudayaan serta adat istiadat yang berbeda pula.

Baca Juga: Cara Mewujudkan Masyarakat Multikultural Indonesia – Materi Sosiologi Kelas 11


Contoh Multikulturalisme

Setelah mengetahui pengertian hingga ciri-cirinya, pasti kamu penasaran apa, sih, contoh multikulturalisme di Indonesia?

Sebenarnya, contoh dari multikulturalisme itu sendiri bukanlah hal yang sulit kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Di Republic of indonesia sendiri unsur multikulturalisme terdiri dari, keragaman suku bangsa, ras, agama dan keyakinan, ideologi, politik, tata krama, kesenjangan sosial dan kesenjangan ekonomi.

Dari unsur-unsur di atas pasti ada banyak sekali contoh dari multikultural yang sering kita temui, misalnya: toleransi hidup beragama, dimana kita semua tahu bahwa di indonesia kita ini mengakui five agama, dengan ajaran, kepercayaan, serta tata ibadat yang berbeda.

Mungkin, saat ini teman dekat elo di sekolah, tetangga, atau bahkan bagian dari keluarga ada yang berbeda agama dengan elo, namun tetap bisa saling menghormati dan menghargai kepercayaan masing-masing.

Tidak hanya agama, toleransi antarsuku, dan ras tertentu juga merupakan salah satu bentuk multikulturalisme.

Bahkan, ada di antara elo yang mungkin memiliki orang tua yang berasal dari ras, suku, bahkan kewarganegaraan yang berbeda sehingga secara sadar maupun tidak sadar akan memahami, mempelajari atau sekedar tau mengenai budaya dari kedua orang tua Sobat Zenius, bukan?

Sebenarnya, mungkin masih banyak lagi contoh lainnya yang mungkin elo alami sendiri, hal ini membuktikan bahwa kita tetap bisa hidup rukun tanpa perlu saling menyinggung satu sama lain akibat adanya perbedaan.


Perbedaan Multikulturalisme dan Pluralisme

multikulturalisme
Ilustrasi perbedaan ras dan suku (Dok. Freepik)

Sedari tadi mempelajari materi yang satu ini, mungkin Sobat Zenius teringat dengan istilah pluralisme yang mempunyai arti yang sama, yaitu keberagaman budaya.

Lantas, apa, sih, perbedaan pluralisme dan multikulturalisme? Sejatinya, perbedaan kedua istilah tersebut terletak pada pembelajaran budaya lain.

Multikulturalisme lebih mengacu pada keberagaman dalam suatu masyarakat, mulai dari ras, budaya, dan lain-lain sehingga menciptakan toleransi di dalamnya.

Sedangkan, pluralisme lebih kepada menerima dan mempelajari keragaman dari budaya lain tanpa menghilangkan budaya nenek moyang mereka.

Dalam kehidupan plural, biasanya ada masyarakat yang dominan dan terdominasi. Nah, biasanya masyarakat yang minoritas mulai mempelajari dan menghormati budaya masyarakat dominan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menghindari konflik satu sama lain.

Baca Juga: Pengertian Pluralisme dan Macam-Macamnya – Materi Sosiologi Kelas 11

*****

Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai materi multikulturalisme kelas 11 SMA. Semoga setelah membaca ini, Sobat Zenius jadi semakin paham, ya, mengenai materi yang satu ini.

Jika Sobat Zenius ingin mempelajari materi multikulturalisme lewat video pembelajaran, elo bisa banget mengaksesnya dengan klik gambar di bawah ini, ya!

Multikulturalisme - Materi Sosiologi Kelas 11 18

Originally published:

April 12


, 2021


Updated past:
Maulana Adieb

Berikut Ini Merupakan Karakteristik Masyarakat Multikultural Kecuali

Source: https://www.zenius.net/blog/multikulturalisme-sosiologi-kelas-11

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.