Apa Yang Dimaksud Karakter Peduli Lingkungan

Apa Yang Dimaksud Karakter Peduli Lingkungan

Isu lingkungan sekarang sudah jadi perhatian dari berbagai pihak terutama dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD), dengan adanya peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 tahun 2015 Tentang kawasan tanpa asap rokok di lingkungan sekolah dan dengan diadakannya lomba sekolah sehat (LSS), KEMENDIKBUD mengajak seluruh sekolah di Indonesia untuk menanamkan budaya hidup bersih dan sehat kepada peserta didik dimulai dari lingkungan sekolah.

Faktor dari SDM biasanya menjadi masalah utama dalam lingkungan hidup, karena tidak mudah merubah kebiasaan orang lain apalagi sudah menjadi suatu kebiasaan yang membudaya di masyarakat, bahkan masalah lingkungan dapat mendatangkan bencana dan penyakit, misalnya: MCK dan membuang sampah sembarangan di sungai dapat mendatangkan banjir dan penyakit, menebang pohon sembarangan yang menyebabkan hutan gundul sehingga terjadi longsor, dan membakar hutan untuk membuka lahan pertanian yang kemudian timbul bencana asap sehingga menjadi masalah nasional. Masalah lingkungan berikutnya adalah pemanasan global yang terjadi akibat perkembangan teknologi yang tidak memikirkan efek dari teknologi tersebut.


Sekolah merupakan ujung tombak dalam pembentukan karakter peduli lingkungan karena merupakan wadah tempat siswa belajar lingkungan dan guru sebagai contoh atau teladan bagaimana menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan hidup. Mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan tidak lepas dari semua unsur yang mendukung, dari unsur kepala sekolah, kurikulum, pembiayaan, siswa, sarana prasarana dan komite sekolah. Berikut ini contoh upaya menanamkan karakter peduli lingkungan di sekolah:

  1. Pertama dari unsur kepala sekolah.

Sebagai pemegang keputusan di sekolah, kepala sekolah dapat membuat kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan lingkungan. Berikut contoh kebijakan yang berhubungan dengan lingkungan di sekolah.

  1. Pembentukan tim peduli lingkungan di sekolah dari guru dan siswa.
  2. Membuat SK tentang menjaga dan merawat kebersihan lingkungan sekolah bagi seluruh warga sekolah.
  3. Membuat peraturan sekolah bebas asap rokok di lingkungan sekolah, baik bagi warga sekolah, komite maupun tamu yang datang. Kebijakan ini sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2015 tentang kawasan tanpa asap rokok di lingkungan sekolah (kemendikbud, 2015).
  4. Kebijakan memanfaatkan sarana prasarana di lingkungan sekolah sebagai tempat proses KBM yang ditujukan kepada guru agar proses belajar mengajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi bisa juga dilakukan di luar kelas, hal ini dapat dilakukan karena kesesuaian materi yang diajarkan atau mencari suasana baru agar siswa tidak jenuh belajar di kelas.
  5. Kebijakan kegiatan berbasis lingkungan hidup contohnya: piket kelas, jum`at bersih, sabtu bersih, serbu sampah.
  6. Mengadakan lomba-lomba yang berhubungan dengan lingkungan, contohnya: lomba kebersihan kelas, lomba karya 3R siswa, lomba membuat taman.

2.
Kedua unsur kurikulum.

Dengan kurikulum bermuatan lingkungan hidup maka dibuatlah beberapa kebijakan yang dirumuskan secara bersama-sama, yaitu:

  1. Visi, misi dan tujuan sekolah bermuatan lingkungan hidup.
  2. Silabus dan RPP diintegrasikan ke lingkungan hidup.

Pada materi, contohnya: pelajaran matematika mengukur luas lingkaran dengan memanfaatkan kaleng bekas, hal ini diharapkan agar siswa setiap hari selalu menerima dan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan peduli lingkungan.

  1. Ketiga unsur pembiayaan.

Dengan dukungan pembiayaan yang dapat dianggarkan di Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) maka kegiatan dan sarana prasarana yang berhubungan dengan lingkungan hidup dapat terlaksana dengan baik di sekolah.

  1. Keempat unsur siswa.

Berikut ini kegiatan-kegiatan di sekolah yang dapat menumbuhkan  karakter peduli lingkungan pada siswa.

  1. Belajar di alam terbuka. Kegiatan ini diharapkan dapat lebih mendekatkan siswa dengan lingkungan sekitarnya.
  2. Membuat sarana prasarana pendukung pendidikan lingkungan hidup di sekolah, contohnya: membuat kebun toga dan taman sekolah.
  3. Pengelolaan sampah, contohnya membuat bunga dari gelas plastik dan kompos dari daun-daun kering.Kegiatan ini bertujuan agar siswa terbiasa mengelola sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna.
  4. Penanam pohon, kegiatan ini di lakukan agar siswa mencintai pohon dan terbiasa dengan lingkungan yang hijau.
  5. Field trip written report ke tempat edukasi lingkungan dan bakti sosial di fasilitas umum. Kegiatan ini di lakukan agar siswa terbiasa dengan hal-hal yang menjadi masalah lingkungan dan cara mengatasinya.
  6. Kegiatan ekstrakurikuler berwawasan lingkungan. Kegiatan ekstrakurikuler di ini harapkan dapat menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap lingkungan, baik berupa tindakan atau hasil karya.
  7. Penghematan Energi, contohnya: mematikan lampu di siang hari dan membuka tirai jendela saat belajar di kelas dan menyiram taman dengan air bekas cuci tangan.
  8. Kebersihan Lingkungan, kegiatan membuang sampah pada tempatnya sudah menjadikebiasaan bagi siswa begitu juga piket kebersihan kelas setiap hari.

v. Kelima unsur
sarana prasarana.

Dengan adanya sarana prasarana pendukung pembelajaran lingkungan hidup contohnya:

  1. Bak sampah terpilah dan slogan lingkungan
  2. Pohon peneduh dan green house
  3. Taman kelas dan pembibitan tanaman bunga
  4. Penampungan air hujan dan Toga

vi. Keenam unsur komite
.

Orang tua dalam pendidikan peduli lingkungan hidup di sekolah harus juga berperan aktif karena orang tualah yang melanjutkan pendidikan lingkungan hidup tersebut di rumah. Upaya pihak sekolah untuk mendapatkan dukungan komite adalah dengan adanya rapat komite membahas tentang apa saja kebijakan sekolah yang berhubungan dengan lingkungan.

Karakter peduli lingkungan merupakan salah satu dari xviii karakter yang harus dimiliki siswa dalam pendidikan karakter bangsa dan termuat dalam kurikulum, sehingga menjadi tanggung jawab dunia pendidikan dan kita semua untuk melaksanakan dan mewujudkannya. Semoga penerus bangsa ini kelak memiliki karakter peduli lingkungan seperti yang diharapkan dan dapat menjadi Pioneer lingkungan hidup yang mencintai, peduli dan melestarikan lingkungan. Selamat Hari Pendidikan Nasional dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Siswa Menanam Bibit Bunga di Green House

Views All Time

Views All Time

1166

Views Today

Views Today

1

Apa Yang Dimaksud Karakter Peduli Lingkungan

Source: https://blog.igi.or.id/implementasi-karakter-peduli-lingkungan-di-sekolah.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *